BENARKAH ASYA’IRAH DAN MATURIDIYYAH ADALAH AHLI SUNNAH ?

​​​

BENARKAH ASYA’IRAH DAN MATURIDIYYAH ADALAH AHLI SUNNAH ?

Mengidentikkan Ahli Sunnah dengan Asy’ariyyah adalah perkataan yang batil karena Asy’ariyyah bertentangan dengan ahli Sunnah dalam banyak hal seperti masalah mashdar talaqqi ( dasar hukum ), tauhid, iman, Al-Qur’an, dan yang lainnnya.Mashdar talaqqi ahli sunnah adalah Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, sedangkan mashdar talaqqi Asy’ariyyah adalah akal.

Fakhrur Razy seorang tokoh Asy’ariyyah – berkata : Akal adalah landasan naql ( dalil syari ), maka mencela akal untuk membenarkan naql akan membawa pencelaan kepada akal dan naql sekaligus, dan ini adalah bathil ! ( Asasut Taqdis hal. 221 ).

Adhuddin Al-Iijy seorang tokoh Asy’ariyyah – berkata : Mendahulukan naql di atas akal adalah bathil … ( Mawaqif fi Ilmil Kalam hal. 40 ).

Tauhid menurut ahli sunnah adalah tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Asma’ wa Shifat, sedangkan tauhid menurut Asy’ariyyah adalah menafikan sekutu atau bilangan serta menafikan bagian atau susunan, karena itulah Asy’ariyyah menolak sifat wajah, tangan, mata, dan yang lainnya bagi Alloh dengan alasan menunjukkan susunan dan bagian menurut mereka. Adapun Ahli Sunnah maka mereka mengimani semua sifat Alloh tanpa ta’thil, tamtsil, dan takyif ( Lihat Al-Inshaf hal. 22 oleh Al-Baqilani seorang tokoh Asy’ariyyah – ).

Iman menurut ahli sunnah adalah pengakuan hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan. Sedangkan menurut Asy’ariyyah sekedar pembenaran hati ( Lihat Al-Inshaf hal. 55 oleh Al-Baqilani seorang tokoh Asy’ariyyah – ).

Ahlu Sunnah mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah dKan bukan makhluk, sedangkan Asy’ariyyah mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah sebuah makna yang dipahami Jibril dan terpisah dari Dzat Alloh ( Lihat Al-Inshaf hal. 96-97 oleh Al-Baqilani seorang tokoh Asy’ariyyah – ).

Al-Imam Ibnu Khuwaiz Mindad seorang imam madzhab Maliki berkata : ” Ahlul Ahwa’ menurut Malik dan seluruh pengikutnya adalah ahlul kalam. Maka setiap ahli kalam adalah Ahlul ahwa’ dan bida’, baik dia bermadzhabkan Asy’ariyyah atau bukan ” ( Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlihi 2/117 ).

Al-Imam Abul Abbas bin Juraij seorang imam madzhab Syafi’i berkata : ” Kami tidak setuju dengan takwil Mu’tazilah, Asy’ariyyah, Jahmiyyah, Mukhidah, Mujassimah, Musyabbihah, Karamiyyah, dan Mukayyifah ” ( Ijtima’ Juyusy Islamiyyah hal. 62 ).

Al-Imam Ahmad bin Hanbal membid’ahkan Ibnu Kullab yang merupakan pendiri sebenarnya dari madzhab Asy’ariyyah ( Lihat bahasan Madzhab Asy’ariyyah Ahlu Sunnahkah ? di dalam Majalah Al-Furqon Edisi 7 tahun V Rubrik Aqidah ).

Kemudian mengidentikkan Ahli Sunnah dengan Maturidiyyah juga merupakan perkataan yang batil karena Maturidiyyah bertentangan dengan ahli Sunnah dalam banyak hal seperti :

1. Mashdar talaqqi ahli sunnah adalah Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, sedangkan mashdar talaqqi Maturidiyyah adalah akal.

2. Mengatakan adanya majaz di dalam lughah, Al-Qur’an dan Al-Hadits.

3. Mentakwil dan Mentafwidh Sifat-sifat Alloh.

4. Menolak berargumen dengan hadits ahad di dalam aqidah.

5. Mengimani sebagian sifat dan menolak sebagian sifat yang lainnya.

6. Mengatakan bahwa Kalamullah adalah Kalam Nafsi tanpa huruf dan tanpa suara.

7. Menolak bertambah dan berkurangnya keimanan ( Lihat Al-Maturidiyyah Dirasah Wa Taqwiman hal. 514-517 dan Firaq Mu’ashirah hal. 1081-1093 ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s