FILSAFAT PERUSAK AGAMA ISLAM

FILSAFAT PERUSAK AGAMA ISLAM

Di antara musibah terbesar yang menimpa kaum muslimin adalah tersebarnya ilmu kalam yang sangat terpengaruh dengan ilmu manthiq dan filsafat Yunani.
Ilmu manthiq dicetuskan oleh Aristoteles sekitar 800 tahun sebelum Islam karena Aristoteles dilahirkan pada tahun 384 Sebelum Masehi ( Lihat Mausu’ah Falsafah 1/98 dan Milal wan Nihal 2/117 ).
Adapun filsafat maka dia muncul sekitar 5 abad sebelum kelahiran Isa ( Lihat Janib Ilahi min Tafkir Islami hal. 101 ).
Maka jelaslah bahwa ilmu manthiq dan filsafat datang berabad-abad sebelum kedatangan Islam.
Ketika Islam datang maka Alloh mencukupkan manusia dengan Islam ini dari semua ilmu yang berbicara tentang aqidah atau syari’at, walaupun ilmu-ilmu tersebut datang dari agama samawi yang turun dari langit, apalagi jika ilmu-ilmu tersebut datang dari manusia !.

Tetapi hal sangat disayangkan bahwasanya kita mendapati para ahli ilmu kalam – yang sebagian orang menyebutnya dengan ilmu ushuluddin ! – berpaling dari ilmu yang datang dari Alloh Azza wa Jalla, dan mengarahkan pandangan mereka kepada ilmu manthiq dan filsafat, mereka begitu mengagungkan manthiq dan filsafat hingga mereka menjuluki Aristoteles sebagai “ Guru Pertama “, mereka berdalih bahwa mereka melakukan hal itu untuk membela Islam atau untuk memahami Islam !.
Kita tanyakan kepada orang-orang yang terpedaya ini :
Apakah Islam membutuhkan kepada ilmu-ilmu di luar Islam untuk membelanya ?
Apakah Islam membutuhkan kepada ilmu-ilmu di luar Islam untuk memahaminya ?
Jikasaja Islam masih membutuhkan kepada ilmu-ilmu di luar Islam untuk membelanya dan memahaminya maka bukanlah ia datang dari Alloh !
Kemudian dengan apakah Islam mengalami kejayaan di saat datangnya ?
Bagaimanakah Islam difahami di saat kedatangannya ?
Apakah Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya menggunakan filsafat untuk memahami Islam ?
Apakah para tabi’in dan para imam memahami Islam dengan metode filsafat ?
Setiap orang yang mau menelaah tarikh Islam akan melihat bahwasanya Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam ,para sahabatnya, para tabi’in, dan para imam tidaklah pernah menggunakan filsafat sebagai sarana untuk memahami Islam, dan tidak juga untuk membela Islam, bahkan Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam begitu tegas melarang umat dari menelaah dan mengikuti ajaran-ajaran dari luar Islam, ketika melihat Umar memegang Taurat maka beliau bersabda :
“ Apakah kamu masuk ke dalamnya tanpa perhitungan wahai anak Khaththab ? demi Dzat yang jiwaku di tanganNya sungguh aku telah membawa agama yang putih bersih, …demi Dzat yang jiwaku di tanganNya seandainya Musa hidup maka tidak boleh baginya kecuali mengikutiku “ ( Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya 3/387, dan Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Ilmi 2/805, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil 6/34 ).
Demikian juga para sahabat dan para imam begitu tegas memperingatkan umat dari menelaah ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran dari luar Islam, ketika kerajaan Persia berhasil ditaklukkan, kaum muslimin mendapatkan kitab-kitab yang sangat banyak, sampai Sa’d bin Waqqash menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab minta diizinkan untuk memindahkan kitab-kitab tersebut kepada kaum Muslimin, kemudian Umar menulis surat balasan kepadanya, yaitu “Agar dibuang ke sungai, jika seandainya di dalamnya ada petunjuk, maka kita telah diberi petunjuk oleh Allah Azza wa Jalla lebih baik darinya, dan jika di dalamnya ada kesesatan, maka Allah Azza wa Jalla secara tidak langsung telah menjauhkannya dari kita “, kemudian Sa’d membuang kitab-kitab tersebut ke sungai (Muqaddimah Ibnu Khaldun 2/603 )
Tatkala Al-Imam Abu Hanifah ditanya tentang orang-orang yang membicarakan tentang sifat bathin dan jisim, maka beliau menjawab : “ Itu adalah perkataan para filosof, hendaklah Engkau berpegangteguh dengan Sunnah dan jalan salaf, dan jangan sekali-kali Engkau membuat sesuatu yang baru karena hal tersebut merupakan bid`ah “ ( Minhajus Sunnah 3/286 ).
Al-Imam Ibnu Sholah berkata : “ Filsafat adalah induk kebodohan dan penghalalan terhadap semua yang diharamkan syariat, sumber kebingungan dan kesesatan, serta membuat penyelewengan dan kezindikan..adapun manthiq maka dia adalah pintu menuju filsafat, dan pintu kejahatan adalah kejahatan “ ( Fatawa Ibnus Shalah 1/209 ).
Maka jelaslah bahwa filsafat bukan dari Islam, bahkan dia adalah virus ganas yang harus disterilkan dari ajaran Islam !.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s