​KEMUNGKARAN-KEMUNGKARAN DI HARI RAYA

KEMUNGKARAN-KEMUNGKARAN DI HARI RAYA

Ditulis oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halaby Al-Atsary

Ketahuilah wahai engkau seorang muslim semoga Allah memberikan pemahaman kepada kita dalam agama bahwa kegembiraan yang didapatkan pada saat hari raya Id telah menjadikan kebanyakan orang lupa atau sengaja melupakan syariat-syariat agama, dan hukum-hukum Islam, sehingga Engkau melihat mereka menempuh kemashiatan-kemashiatan , dan melakukan kemungkaran-kemungkaran, dalam keadaan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya !!. Ini semua membawaku untuk menambahkan pada risaalah ini pembahasan yang bermanfaat, karena akan menjadikan peringatan bagi kaum muslimin terhadap hal-hal yang telah mereka lupakan, dan membangunkan mereka dari kelalaian ( Kemungkaran-kemungkaran ini terjadi pada umumnya saat id dan yang lainnya , tetapi bertambah banyak pada saat hari raya id ), di antara kemungkaran-kemungkaran ini adalah :


1. Berhias diri dengan mencukur jenggot, ini adalah hal yang banyak dilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin, sedangkan mencukur jenggot adalah hal yang diharomkan dalam agama Allah ( , sebagaimana ditunjukkan oeh hadits-hadits yang shohih yang di dalamnya terdapat perintah untuk memelihara jenggot, adakalanya digabung dengan illah menyerupai orang-orang musyrik, dari sinilah diperintahkan untuk menyelisihi mereka ( dengan tidak mencukur jenggot sebagaimana orang-orang musyrik ), atau kadang-kadang tidak digabung dengan illah tersebut, memelihara jenggot juga merupakan fithroh yang tidak boleh bagi kita untuk mengubahnya , dan nash-nash tentang diharomkannya memotong jenggot terdpat dalam kitab-kitab fiqh dari empat imam madzhab ( Lihat Fathul Baari 10/351 , Iktiyaaroot Ilmiyyah : 6 , Al-Muhalla 2/220 , Ghidaaul Albaab 1/376, dan kitab-kitab yang lainnya. Syaikh Muhammad bin Ismaaiil telah menjelaskan dengan panjang lebar hadits-hadits dalam masalah ini di dalam kitabnya Dalil-dalil tentang diharomkannya memotong lihyah , kemudian menjelaskan penjelasan para ulam terhadapnya, dan nukilan-nukilan dari kitab-kitab madzhab yang terpercaya, serta pembahasan hal itu yang sangat cukup, maka hendaknya kitab ini dilihat karena kandungannya sangat berharga, dan lihat juga majalah Al-Azhar 7/328 . Telah aku tulis suatu risalah yang ringkas dengan judul Hukum agama pada lihyah dan rokok yang telah dicetak beulang-ulang kali bihamdillah – ), sehingga hal ini perlu diketahui .
2. Berjabat tangan dengan wanita-wanita yang bukan mahram, ini merupakan mushibah yang banyak menimpa kaum muslimin, tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah, padahal hal ini diharomkan dalam agama, berdasarkan sabda Rasulullah ( :
( لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد , خير من أن يمس امرأة لا تحل له )
“ Sungguh jika kepala seseorang ditusuk dengan jarum dari besi , lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya ( yaitu yang bukan mahromnya ) ( Hadits Shohih, bisa dilihat takhrijnya dengan panjang lebar di Juz Ittibaus Sunan No. 15 oleh Dhiya Al-Maqdiisy dengan tahqiiq saya ),
Dan pengharoman ini terdapat dalam kitab-kitab madzhab yang empat ( Lihat Syarh Nawawy atas Muslim 10/13, Haasyiyah Ibnu Abidiin 5/235, Aaridhotul Ahwadzy 7/95 , dan Adhwaaul Baayan 6/503 ) , maka perhatikanlah .
3. Menyerupai orang-orang kafir dan orang-orang barat dalam hal berpakaian , mendengarkan musik dan yang selainnya dari kemungkaran-kemungkaran, karena sesungguhnya Rasulullah ( bersabda : ( من تشبه بقوم فهو منهم )
“ Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka ( Dikeluarkan oleh Ahmad 2/50 dan 92 dari Ibnu Umar , dan sanadnya hasan. Dan diriwayatkan juga oleh Thohaawy dalam Musykiilul Aatsaar 1/88 dari Hasan bin Athiyyah, dan diriwayatkan juga oleh Abu Nuaim dalam Akhbaar Ashbahaan 1/129 dari Anas hanya saja riwayat terakhir ini ada pembicaraan di dalamnya. Maka hadits ini dengan jalan-jalan tersebut shohih Insya Allah .).
Dan berdasarkan sabda Rasulullah ( :
( لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ )
“ Akan datang dari ummatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khomr, dan alat-alat musik, dan sungguh akan ada kaum-kaum yang ke sisi puncak gunung dengan binatang-binatang gembalaan mereka, kemudian datang kepada mereka seorang yang faqiir untuk suatu keperluan, tetapi mereka mengatakan : Datanglah kepada kami besok, maka Allah kemudian membinasakan mereka dan menghancurkan puncak gunung tersebut sehingga menimpa mereka, dan Allah ubah mereka yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari kiamat ( Diriwayatkan oleh Bukhory No: 5590 dengan muallaq , dan diriwayatkan secara maushul oleh Abu Dawud No: 4039 , Baihaqy 10/221 dan yang lainnya. Al-Hafidz berkata dalam Hadyu Saary :59 : Dan diriwayatkan secara maushul oleh Hasan bin Sufyan dalam musnadnya, Ismaaiily, Thobrony dalam Al-Kabiir dan Abu Nuaim dari empat jalan, dan Ibnu Hibban dalam Shohihnya dan lain-lainnya . Dan lihat kitab Tahriim Nird wa Syantronj wal Malaahy oleh Al-Aajuury : 292-299 karena isinya penting sekali. Kemudian saya bicarakan sanad hadits ini , saya kumpulkan jalan-jalan dan syawaahidnya dan suatu juz tersendiri dengan judul : Al-Kaasyif fi Tashhiihi Riwaayaatil Bukhory li Haditsil Ma’aaziif “ , yang sudah dicetak , maka hendaknya dilihat ).
4. Masuk kepada para wanita, berdasarkan sabda Rasulullah ( :
( إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ ) فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ (الْحَمْوُ الْمَوْت )
“ Awaslah kalian dari masuk kepada para wanita “ Berkatalah seseorang dari Anshoor : Wahai Rasulullah bagaimana menurut pendapatmu kalau dia adalah Al-Haamu (kerabat suami) ? Rasulullah ( bersabda : “ Al-Haamu adalah merupakan kematian “
( Diriwayatkan oleh Bukhory : 5232 dan Muslim : 2172 dari ‘Uqbah bin ‘Aamiir . )
Al-‘Allaamah Az-Zamakhsyaary berkata menjelaskan kalimat “ الحمو “ : “ Al-Haamu “:
Jama’nya أحماء : adalah kerabat suami seperti bapaknya ( Dia dikecualikan dari larangan ini berdasarkan nash Al-Qur’an, lihat “ Al-Mughny “ 6/570 ) , saudaranya, pamannya, dan lain-lainnya , … dan sabda Rasulullah (الْحَمْوُ الْمَوْت ) : “ Al-Haamu adalah merupakan kematian “ ma’nanya adalah : bahwa kerabat laki-laki suami adalah puncak kejelekan dan kerusakan, sehingga Rasulullah ( menyerupakannya dengan kematian , karena kematian merupakan akibat terjauh dari segala bala dan bencana, karena dia (kerabat laki-laki suami ) lebih jelek dibandingkan orang yang asing dari segi bahwa kerabat laki-laki suami merasa aman ( dari tuduhan orang ) dan leluasa, sedangkan orang luar ditakuti dan diawasi, dan mungkin mananya merupakan doa kejelekan pada istri, yaitu seakan-akan kematian darinya sederajat dengan kerabat laki-laki suami yang masuk kepadanya jika wanita tersebut ridho dengan hal itu . ( Al-Faaiq fi Ghariibil Hadiits 1/318 dan lihat An-Nihayah 1/448 , Ghoriibul Hadiits 3/351 , dan Syarhus Sunnah 9/26,27 ).
5. Tabarrujnya para wanita dan keluarnya mereka ke pasar-pasar dan yang lainnya , hal ini diharomkan dalam syariat Allah ( , Allah ( berfirman :
( وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى وأقمن الصلاة وآتين الزكاة ) الأحزاب : 33
“ Dan hendaknya kalian tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu dan dirikanlah sholat , dan tunaikan zakat “ Al-Ahzaab : 33
Dan berdasarkan sabda Rasulullah ( :
( صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : … وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا )
“ Dua kelompok dari ahli neraka yang belum aku lihat : … dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggak-lenggok dan condong ( melenceng dari ketaatan kepada Allah dan apa yang mengharuskan mereka dari menjaga kemaluan An-Nihaayah 4/382 ) , kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta Bukht ( Al-Qoodhy Iyaadh berkata dalam Masyaariqul Anwaar 1/79 : yaitu onya yang sangat besar punya dua punuk . Dan mananya Wallahu Alam bahwasanya wanita-wanita ini memperbesar kepala-kepala mereka dengan dengan kerudung-kerudung , menggelung rambut-rambut mereka, dan tidak menundukkan pandangan-pandangan mereka ) yang condong, wanita-wanita ini tidak akan masuk surga , dan tidak akan mendapatkan baunya, dan bau surga sungguh didapati dari perjalanan sejauh ini dan itu (Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shohihnya : 2128, 2856 dan Ahmad 2/223, 356 dari Abu Huroiroh )
6. Mengkhususkan ziarah kubur pada hari id, membagi-bagi gula-gula dan makanan-makanan di sekelilingnya, duduk-duduk di atas kuburan, ikhtilaath (bercampurbaurnya laki-laki dan wanita ) , buka-bukaan yang keterlaluan, niyaahah(meraung) atas mayyit, dan yang lain-lainnya dan dari kemungkaran-kemungkaran yang nampak dengan jelas . ( Lihat perincian-perincian lain dari bidah-bidah kubur dalam kitab Ahkaamul Janaaiz : 258-267 oleh Syaikhuna Al-Albaany rahimahullah )
7. Berlebih-lebihan dan berbuat keborosan pada hal-hal yang tidak berguna , tidak ada mashlahatnya , dan tidak ada faidahnya sama sekali , Allah ( berfirman :
( ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين ) الأنعام : 141
“ Dan janganlah kalian berbuat berlebih-lebihan . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan “ Al-An’am : 141
Dan Allah ( berfirman :
( ولا تبذر تبذيرا إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين ) الإسراء : 26-27
“ Dan janganlah kalian menghambur-hamburkan ( harta kalian ) secara boros . Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon “ Al-Isra’ : 26-27
Rasulullah ( bersabda :
( لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ … وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ )
“ Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai diatanya tentang … dan tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan pada apa dia infaqkan “ (Diriwayatkan oleh Tirmidzy : 2416 dan Al-Khothib dalam Tarikhnya 12/440 dari Ibnu Masud , dan pada riwayat ini ada kelemahan, tetapi dia punya syawahid dari Abu Barzah pada Ad-Daarimy 1/131 dan Abu Nuaim dalam Al-Hilyah 10/232 dan Ibnu Dabiitsy dalam Dzaiil Taarikh Baghdaad 2/163 , dan dari Muadz pada riwayat Al-Khothib 11/441, maka hadits ini derajatnya hasan ).
8. Kebanyakan orang-orang meninggalkan sholat di masjid tanpa ada udzr syariy , bahkan sebagian di antara mereka ada yang tidak sholat melainkan sholat id saja ! Demi Allah sungguh hal ini merupakan perkara yang besar .
9. Berbondong-bondongnya kebanyakan orang-orang awam menuju ke kuburan-kuburan sesudah fajar hari id, dan meninggalkan sholat id , berkubang dalam bidah pengkhususan ziarah kubur pada hari id ( Al-Madkhal 1/286 oleh Ibnul Haajj , Al-Ibda hal. 135 oleh Ali Mahfuudz , dan Sunanul Idain hal. 39 oleh Asy-Syuqairy. ).
Dan sebagian dari mereka menambah bidah ini dengan meletakkan pelepah-pelepah korma dan dahan-dahan pohon ( di atas kuburan ) !! ( Adapun hal-hal yang disangka menyelisihi pembidahan hal ini maka tertolak ; lihat Ahkaamul Janaaiz hal. 254 , Maaalimus Sunan 1/27 dan ta,liq Syaikh Ahmad Syakir atas Sunan Tirmidzy 1/103. )
Semua hal ini tidak ada asalnya sama sekali dalam sunnah.
10. Tidak adanya perasaan belas kasihan kepada fuqoro dan orang-orang miskin , sehingga anak-anak orang-orang kaya menampakkan perasaan senang dan bahagia , memakan makanan-makanan yang lezat di hadapan orang-orang faqiir dan anak-anak mereka , tanpa adanya perasaan belas kasihan , perasaan saling membantu atau merasa bertanggungjawab, padahal Rasulullah ( bersabda :
( لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ )
“ Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya ( Diriwayatkan oleh Bukhory : 13 dan Muslim : 45 dan diriwayatkan juga oleh Nasaaiy 8/115 dan Baghowy : 3474 dan menambah : dari kebaikan dan sanadnya shohih).
11. Bidah-bidah yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang menganggap diri mereka ulama dengan alasan mendekatkan diri kepada Allah , padahal kenyataannya tidak ada asalnya sama sekali dalam agama Allah , bidah-bidah ini banyak sekali ( Lihat perinciannya dalam kitab Ayaadul Islaam : 58 pasal Bidah-bidah idain . ) , tidak akan aku sebutkan melainkan satu saja – agar risalah ini tidak keluar dari maksudnya ( di dalam muqoddimah penulis menghendaki risalah ini merupakan risalah yang ringkas. Pent. ) – karena hal ini banyak digembor-gemborkan oleh khothib-khothib dan penceramah , yaitu bertaqorrub kepada Allah dengan menghidupkan dua malam id , tidak berhenti di situ saja , bahkan mereka menyandarkan hal itu kepada Rasulullah ( ( bahwasanya beliau bersabda ) :
( من أحيا ليلة الفطر و الأضحى , لم يمت قلبه يوم تموت القلوب )
“ Barang siapa yang menghidupkan malam ‘idul fithri dan ‘idul Adhhaa maka hatinya tidak akan mati di saat hati-hati yang lain mati “ ( Ini adalah hadits yang palsu , dibicarakan secara panjang lebar oleh Ustaadzuunaa Al-Albaany dalam Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shohihaah : 520 dan 521 , maka hendaknya dilihat ) , bidah ini tidak boleh disandarkan kepada Rasulullah ( , dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ( .
( Diterjemahkan dari risalah Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsary yang berjudul Ahkaamul Idain hal. 80-90 oleh Arif bin Ahmad Al-Hasyimy )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s