TELADAN SEORANG AYAH

TELADAN SEORANG AYAH

Merupakan hal yang dimaklumi bahwa figur seorang ayah tidak akan bisa lepas dari keberhasilan usaha mentarbiyyah sebuah keluarga untuk menggapai keridhaan Alloh dan RasulNya, seorang ayah adalah nahkoda bahtera rumah tangga dan sekaligus penanggung jawab utama di hadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara metode terbaik di dalam pendidikan adalah melalui contoh yang bisa dilihat, maka di dalam  keluarga seorang ayah adalah tokoh sentral yang merupakan figur yang sering dilihat dan panutan yang ditiru oleh anak-anaknya.

Setiap ayah selalu mendambakan kebaikan terhadap anak-anaknya, bahkan dia pasti menginginkan bahwa anak-anaknya menjadi orang yang lebih baik dibandingkan dengan dirinya.

Karena itulah berbagai upaya dilakukan oleh seorang ayah untuk pendidikan anak-anaknya, menyekolahkannya di tempat yang dia anggap sebagai tempat yang baik, mengirimnya ke lembaga-lembaga pendidikan agama, dan ada juga yang mendatangkan guru-guru privat bagi anak-anaknya.

Tetapi keluhan selalu sering muncul dari para ayah bahwa anak-anak mereka tidak seperti yang mereka harapkan, meskipun sudah dimasukkan lembaga pendidikan agama akan tetapi tetap saja perilakunya tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang tidak pernah belajar agama.

Maka di antara sebab pokok dari problem di atas bahwa para ayah terlalu memperhatikan anak-anak mereka sehingga melupakan diri-diri mereka. Mereka mengharap anak-anaknya untuk menjalankan agama akan tetapi justru para ayah ini tidak menjalankannya. Seakan-akan lisan hal mereka berkata : ” Biarlah ayahmu ini brengsek nak, yang penting kamu menjadi orang baik !”.

Dari sinilah Insya Alloh di dalam bahasan ini kami hendak mengetuk hati para ayah yang mengharapkan kebaikan anak-anak mereka, agar mereka mau mengaca sejenak memperhatikan diri-diri mereka, dan bahwa dengan memulai dari diri sendiri itulah yang akan membawa kebaikan kepada anak-anak mereka.


KESHALIHAN SEORANG AYAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP ANAK-ANAKNYA
Keshalihan seorang ayah akan berpengaruh kepada keshalihan anak-anaknya, bahkan keshalihan seorang ayah akan memberikan manfaat kepada anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Lihatlah bagaimana Alloh menjaga harta anak-anak yatim dan menjaga perbendaharaan mereka dengan sebab keshalihan ayah mereka, Alloh  berfirman :

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلاَمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

”  Adapun dinding rumah maka adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu;   ” ( Al-Kahfi : 82 ).

Ketika Musa dan Khidhir melewati sebuah negeri maka keduanya meminta jamuan kepada penduduk negeri tersebut sebagai hak keduanya sebagai tamu, akan tetapi mereka enggan untuk memberikan jamuan kepada keduanya. Kemudian di negeri tersebut keduanya mendapati sebuah tembok yang sudah condong hendak roboh maka Khidhir langsung memperbaikinya. Musa merasa heran dan berkata kepada Khidhir : ”  Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu “.   ( Al-Kahfi : 77 ), maka jawaban Khidhir adalah : ” Adapun dinding rumah maka  adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; “. Alloh menjaga harta benda simpanan dua anak yatim tersebut dengan sebab keshalihan ayah mereka. Di antara keshalihan seorang ayah bahwa dia tidak mengumpulkan harta kecuali dengan jalan yang halal sehingga Alloh memberkahinya dan menjaganya.

Demikian juga Alloh berfirman :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا

”  Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.   ” ( An-Nisa’ : 9 ).

Ayat di atas menunjukkan korelasi yang kuat antara ketaqwaan dan antara penjagaan Alloh terhadap keturunan. Karena itulah maka hendaknya seorang ayah berusaha untuk bertaqwa kepada Alloh dan memperbanyak amal yang shalih, mengikhlaskan amal semata karena Alloh dan mengikuti petunjuk Rasulullah ( . Telah datang dari sebagian salaf bahwa dia berkata kepada anaknya : ” Wahai anakku sesungguhnya aku menambah sholatku karenamu ” . Maksudnya : Aku banyak melakukan sholat dan banyak mendoakanmu di dalam sholatku.

Jika orang tua banyak membaca Al-Qur’an terutama surat Al-Baqarah dan Mu’wwidzat maka sesungguhnya para malaikat akan turun mengelilinginya, dan syaithan akan lari darinya. Tidak syak lagi bahwa turunnya para malaikat akan disertai dengan ketenangan dan rahmah, yang jelas sangat berpengaruh terhadap kebaikan dan keselamatan anak-anaknya.

Adapun jika orang tua tidak membaca Al-Qur’an dan lalai dari berdzikir maka pada saat itulah syaithan akan datang dan menyerang  rumah-rumah yang meninggalkan bacaan Al-Qur’an dan lalai dari dzikrullah, syaithan akan menyerang dan menguasai rumah-rumah yang penuh musik yang hingar bingar dan gambar-gambar yang diharamkan, yang ini semua akan membawa para penghuni rumah kepada kema’shiyatan.

 

SURI TAULADAN SEORANG AYAH TERHADAP ANAK-ANAKNYA
Seorang anak akan selalu berusaha meniru orang yang dianggap lebih baik darinya, sedangkan orang terdekat kepadanya adalah orang tuanya.

Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berdzikir, selalu bertasbih, bertahmid, dan bertakbir, maka anak tersebut akan berusaha untuk menirukan dzikir-dzikir tersebut.

Seorang anak yang biasa disuruh ayahnya untuk mengirim shadaqah kepada faqir miskin akan berbeda keadaannya dengan seorang anak yang biasa disuruh ayahnya untuk membelikan rokok dan minuman keras.

Seorang anak yang menyaksikan ayahnya selalu sholat Jum’at dan berjama’ah di masjid pasti akan berbeda kejiwaan dan keadaannya dengan seroang anak yang melihat ayahnya selalu berkeliling di diskotek dan tempat-tempat kema’shiyatan.

Lihatlah bagaimana seorang anak yang sering mendengat suara adzan maka dia akan mengulang-ulang adzan tersebut, dan lihatlah bagaimana seorang anak yang sering mendengar ayahnya menyanyi maka dia juga akan selalu menyanyi !

Jika seorang ayah selalu berbuat kebajikan kepada kedua orang tuanya dan mendoakan keduanya maka anak-anaknya insya Alloh akan mengambil akhlaq itu darinya.

Wahai seorang ayah bertakwalah Engkau kepada Alloh pada anak-anakmu, jadilah Engkau suri tauladan yang baik bagi anak-anakmu, semoga Engkau mendapatkan bagian yang besar dari sabda Rasulullah ( :

من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده

” Siapa yang memberi contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala amalannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) amalannya itu ..” ( Shahih Muslim 2/705 )
JANGANLAH ENGKAU MELARANG DARI SESUATU KEMUDIAN ENGKAU JUSTRU MELAKUKANNYA !
Di antara hal yang akan meruntuhkan keagungan seorang ayah di mata anaknya adalah tatkala ayahnya melarang dia dari suatu perbuatan dan ternyata ayahnya tersebut justru melakukannya.

Seperti seorang ayah yang melarang anaknya berdusta, akan tetapi ternyata seorang ayah ini justru berdusta di hadapan anak-anaknya, ketika datang seorang tamu yang kurang dia sukai maka di suruh anaknya untuk menemui tamu tersebut seraya mengatakan : ” Ayah sedang tidak ada ” !.

Wahai seorang ayah bagaimana Engkau memerintah anakmu agar menepati janji tetapi ternyata Engkau justru mengingkari janjimu terhadapnya ?!

Wahai seorang ayah, bagaimana Engkau melarang anak-anakmu dari mencaci sedangkan Engkau sendiri mencaci mereka ?!

Wahai seorang ayah, bagaimana Engkau melarang anak-anakmu merokok akan tetapi justru kamu merokok di hadapan anak-anakmu ! , padahal Alloh  berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ. كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ

”   Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan ” ( Ash-Shaff : 2-3 ).

Seorang penyair berkata :

لا تنه عن خلقٍ وتأتي مثله … عارٌ عليك إذا فعلت عظيم

ابدأ بنفسك وانهها عن غيها … فإذا انتهت عنه فأنت حكيم

فهناك يقبل ما وعظت ويقتدى … بالعلم منك وينفع التعليم

Janganlah Engkau melarang dari suatu perbuatan kemudian justru Engkau melakukannya

itu adalah aib besar atasmu jika Engkau lakukan

Mulailah dari dirimu dan laranglah dari kelancungannya

jika dirimu sudah meninggalkan dari perbuatan itu maka sungguh kamulah orang yang bijak

Pada saat itulah diterima nasihatmu dan ditauladani

dengan ilmu darimu dan akan bermanfaat pengajaranmu ( Lihat Khizanatul Adab 3/276 ).
ALLOH MENGINGATKAN MANUSIA TENTANG KESHALIHAN AYAH-AYAH MEREKA
Di antara hal yang menunjukkan besarnya pengaruh keagungan seorang ayah terhadap tarbiyyah anak-anaknya bahwasanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan manusia terhadap keshalihan ayah-ayah mereka agar mereka menauladaninya, Alloh  berfirman :

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

” Wahai  anak cucu dari orang-orang yang kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur ” (  Al-Isra’ : 3 ).

Wahai anak cucu orang-orang yang beriman yang kami bawa bersama-sama Nuh di dalam perahu, sungguh ayah-ayah kalian dahulu adalah orang-orang yang beriman, karena tidaklah naik perahu bersama Nuh kecuali orang-orang yang beriman, dan ingatlah sifat Nuh yang selalu banyak bersyukur kepada Alloh, jadilah kalian orang-orang yang shalih seperti ayah-ayah kalian !.

Demikian juga Alloh banyak berfirman di dalam KitabNya : ” Wahai Bani Israil … ” yaitu : wahai anak cucu Nabi yang mulia Israil ( yaitu Ya’qub ), mengingatkan mereka bahwa ayah mereka dan kakek mereka yang mulia adalah seorang nabi yang shalih, ini sekaligus merupakan hasungan kepada mereka agar menauladaninya di dalam kebaikan dan keshalihan.

Bertakwalah Engkau wahai seorang ayah agar Engkau menjadi tauladan yang baik bagi anak cucumu !.
KESHALIHAN SEORANG AYAH BERMANFAAT KEPADA ANAK DI AKHIRAT
Lihatlah bagaimana manfaat keshalihan seorang ayah tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anaknya di dunia bahkan juga mereka rasakan di akhirat, Alloh  berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

” Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. ” (  Ath-Thur : 21 ).

Maksudnya: Jika seorang anak kedudukannya di sorga tidak mencapai derajat ayahnya, maka Alloh tinggikan derajat anak tersebut hingga sama dan bertemu dengan ayahnya di dalam surga.

Ibnu Abbas berkata : ” Mereka adalah anak cucu orang yang beriman, mereka mati di atas keimanan. Jika derajat ayah-ayah mereka lebih tinggi daripda derajat mereka maka Alloh tinggikan derajat mereka sampai derajat ayah-ayah mereka dengan tanpa megurangi sedikit pun dari pahala amalan ayah-ayah mereka ” ( Tafsir Ibnu Katsir 4/291 ).
KASIH SAYANG SEIRING DENGAN KEADILAN
Profil terbaik dari seorang ayah terdapat di dalam diri Abu al-Qasim Muhammad bin Abdillah ( , beliau bukanlah sekedar suri tauladan terbaik bagi anak-anaknya, bahkan beliau adalah suri tauladan terbaik bagi seluruh anak cucu Adam hingga hari kiyamat.

Lihatlah bagaimana kasih sayang beliau yang memancar dengan deras kepada putrinya Fathimah – Radhiyallahu Anha – sebagaimana dituturkan oleh Ummul Mukminin Aisyah – Radhiyallahu Anha – :

ما رأيت أحدا   أشبه سمتا  ودلا وهديا برسول الله في قيامها وقعودها من فاطمة بنت رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قالت وكانت إذا دخلت على النبي  صلى الله عليه وسلم  قام إليها فقبلها وأجلسها في مجلسه وكان النبي  صلى الله عليه وسلم  إذا دخل عليها قامت من مجلسها فقبلته وأجلسته في مجلسها

” Tidaklah aku melihat seseorang yang lebih mirip sifatnya, perilakunya, dan petunjuknya terhadap  Rasulullah ( d idalam berdirinya dan duduknya dari pada Fathimah binti Rasulullah ( . Adalah Fathimah jika masuk kepada Nabi ( maka Nabi ( berdiri seraya menciumnya dan mendudukkannya di tempat duduk beliau, dan adalah Nabi ( jika masuk kepada Fathimah maka berdirilah Fathimah menyambutnya, maka dia mencium beliau dan dia dudukkan beliau di tempat duduknya    ” ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunannya 4/355, dan Tirmidzi di dalam Jami’nya 5/700, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Takhrijul Misykat 3/14 ).

Bersamaan dengan kasih sayang yang lebih ini Rasulullah ( bersabda :

وأيم الله   لو أن فاطمة  بنت محمد سرقت لقطعت يدها

”  Demi Alloh seandainya Fathimahh bintu Muhammad mencuri maka sungguh akan aku potong tangannya” ( Muttafaq Alaih, Shahih Bukhari 3/1282 dan Shahih Muslim 3/1315 ).

Sungguh ini adalah tauladan terbaik dari seorang ayah teladan, bagaimana Rasulullah ( menggabungkan antara kasih sayang yang deras memancar dengan keadilan dan ketegasan di dalam melaksanakan hukum-hukum Alloh, bagaimana beliau selalu berbuat adil walaupun terhadap seorang anak yang paling dicintai.

Demikianlah wahai para ayah marilah kita jadikan kasih sayang kita terhadap anak-anak kita selalu diringi dengan ketegasan dan keadilan di dalam menegakkan syari’at Alloh.
( Disusun oleh : Abu Aisyah )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s