WASPADAILAH PARA PENYERU KEPADA KEBINASAAN !

 FITNAH SURURIYYAH, WASPADAILAH !

Disusun oleh : Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

 

Pertarungan antara haq dan batil terus berlanjut hingga hari kiamat, masing-masing dari kebenaran dan kebatilan memiliki penyeru dan pembela, penyeru kebenaran berusaha menyelamatkan umat dan membawanya ke jalan yang lurus agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedangkan penyeru kebatilan berusaha menyesatkan dan merusak umat agar mereka celaka.

Merupakan hal yang menakjubkan bahwa penyeru kebatilan menampakkan diri kepada umat bahwa mereka adalah para du’at salafiyyin untuk mengelabuhi umat sehingga mengikuti pemikiran-pemikiran mereka dan menganggap baik manhaj mereka.

Mereka gunakan perkataan-perkataan yang mujmal ( global ) dan samar yang mengandung seribu makna, tercampur di dalamnya haq dan batil, inilah cara-cara ahli bid’ah dari masa kemasa sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim, karena suatu bid’ah jika berupa kebatilan yang murni maka tidak akan mungkin diterima oleh manusia, bersegeralah setiap orang membantah dan mengingkarinya, seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni maka bukanlah merupakan bid’ah, tetapi adalah sunnah, maka bid’ah tersebar di kalangan manusia karena mengandung kebenaran dan kebatilan.

Di antara kelompok yang sangat lihai mengelabuhi umat dengan kalimat-kalimat yang mujmal dan samar adalah kelompok Sururiyyah, kelompok ini lebih berbahaya dibandingkan kelompok sesat lainnya karena lebih sulit dideteksi kesesatannya, tetapi Alloh tidak membiarkan gerakan mereka, Alloh siapkan pasukan-pasukanNya dari para pembela sunnah membeberkan kepada umat makar-makar mereka dan membuka kedok-kedok mereka.

Dalam bahasan ini kami meminta taufiq kepada Alloh untuk menukil sedikit dari penjelasan para ulama tentang keadaan mereka dengan harapan bisa ikut menyumbangkan saham dalam membentengi umat dari kejahatan mereka.

ORGANISASI KELOMPOK SURURIYYAH

 

Kelompok ini dimotori oleh Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, pendiri Yayasan Muntada Al-Islamy yang berpusat di London Inggris, dia juga pendiri dan redaktur majalah As-Sunnah Al-Britaniyyah dan majalah Al-Bayan bersama Muhammad Al-Abduh, Muhammad Mis’ary dan kawan-kawannya. Muhammad Surur cs adalah kelompok yang masyhur dengan penyimpangan dan permusuhan mereka kepada para ulama salaf di dalam majalah mereka yang terbit dari London dan di dalam tulisan-tulisan mereka.

Kelompok ini merupakan jama’ah yang terorganisir rapi sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Surur kepada Syaikh Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i : “ Kami tidak menyembunyikan kepada kalian bahwa kami adalah sebuah jama’ah, kami loyal kepada setiap muslim, dan kami tidak ta’ashshub “ ( Risalah Syaikh Muqbil kepada Syaikh Abdullah Al-Ubailan sebagaimana dalam kitab Al-Quthbiyyah cet. 2 hal. 158 ).

 

REFERENSI KELOMPOK SURURIYYAH

 

Di samping majalah Al-Bayan oleh Al-Abduh dan majalah As-Sunnah oleh Surur kelompok ini memiliki referensi-referensi yang diharuskan kepada pengikutnya untuk membacanya dengan urut-urutan yang rapi dan seragam, di antara referensi-referensi mereka adalah : Kitab-kitab Sayyid Quthb seperti Fi Zhilalil Qur’an, ‘Adalah Ijtima’iyyah, Ma’rakatul Islam wa Ra’sumaliyyah, dan Ma’alim fi Thariq, Mausu’ah Harakiyyah oleh Fathi Yakan, Munthaliq, ‘Awaiq, dan Bawariq ketiganya oleh Muhammad Ahmad Ar-Rasyid ( nama samaran dari Abdul Mun’im bin Shalih Al-‘Illy Al-‘Izzy ), Harakatun Nafs Zakiyyah oleh Muhammad Al-‘Abduh, Ahlus Sunnah wal Jama’ah Ma’alim Inthilaqatil Kubra oleh Muhammad Abdul Hadi Al-Mishry, Jahiliyyah Abad 20 oleh Muhammad Quthb, Al-Islam Al-Hadits oleh Jamal Sulthan, Wa Ja’a Daurul Majus oleh Abdullah Muhammad Al-Gharib ( nama samaran dari Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin ! ), Da’wah Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah oleh Shadiq Amin ( nama samaran dari Abdullah ‘Azzam ), dan masih banyak lagi yang senafas dengan kitab-kitab di atas.

 

TUJUAN UTAMA KELOMPOK INI

 

Tujuan utama kelompok ini adalah mendirikan merebut kekuasaan dan mendirikan Khilafah Islamiyyah ( negara Islam ) , mereka berkata : “ Gerakan-gerakan Islam sekarang ini adalah seperti kumpulan pasukan yang mengumpulkan umat dengan perbedaan pemikiran-pemikirannya, untuk menanggulangi fitnah kekufuran … maka gerakan-gerakan Islam ini adalah pengganti daulah Islamiyyah … “ (  Madkhal Ila Tarsyid Amal Islamy hal. 116 sebagaimana dalam Al-Quthbiyyah hal. 20 ).

Salman Al-Audah berkata : “ Daulah khilafah berlangsung lebih dari 13 kurun … adapun realita sekarang ini, maka sangat menyedihkan karena semua misal yang dipandang mata adalah misal-misal yang tidak Islami .. “ (  Kaset Ummah Ghaibah ?! sebagaimana dalam Al-Quthbiyyah hal. 23 ).

Safar Al-Hawaly berkata : “ Kita sangat merindukan Afghanistan akan menjadi batu pertama bagi Daulah Islamiyyah … “ (  Syarh Thahawiyyah 266/2 sebagaimana dalam Al-Quthbiyyah hal. 23 ).

 

PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN KELOMPOK SURURIYYAH

 

1. Kebencian mereka kepada kitab-kitab aqidah

 

Muhammad Surur berkata : “Aku melihat kitab-kitab aqidah, ternyata kitab-kitab itu ditulis pada bukan zaman kita, kitab-kitab itu adalah solusi bagi permasalahan-permasalahan yang terjadi di saat kitab-kitab itu ditulis, sedangkan zaman kita sekarang ini membutuhkan solusi-solusi yang baru, dari sinilah maka gaya bahasa kitab-kitab aqidah banyak yang kering, karena hanya terdiri dari nash-nash dan hukum-hukum …  “ ( Manhajul Anbiya’ fid Da’wah Ilallah 1/8 ).

 

2. Kecenderungan mereka kepada pemikiran Khawarij

 

Hal ini nampak pada pemikiran takfirnya, yaitu mengkafirkan seorang muslim dengan kema’shiyatan yang dia lakukan, baik mereka itu penguasa maupun rakyat.

Adapun pengkafirannya kepada para penguasa muslim maka nampak jelas pada tulisan-tulisannya di majalah As-Sunnah yang terbit dari London Inggris.

Adapun pengkafirannya kepada kaum muslimin secara umum maka nampak pada perkataannya di kitabnya Manhajul Anbiya’ fid Da’wah Ilallah 1/158 : “ Kaum Luth jika menerima ajakan nabi mereka agar beriman kepada Alloh dan meninggalkan kesyirikan maka tidaklah hal itu bermakna bagi mereka, jika mereka tidak meninggalkan kebiasaan buruk mereka dari mendatangi sesama jenis yang mereka sepakat melakukannya “, demikianlah Muhammad Surur mengkafirkan pelaku dosa besar secara mutlak, walaupun pelakunya tidak menghalalkannya.

Mereka membolehkan khuruj kepada waliyyul amr dan juga menghalalkan provokasi dan agitasi terhadap pemerintah muslim sebagaimana dikatakan oleh Salman Al-Audah dalam kasetnya Humum Multazimah dan yang lainnya.( Untuk membantah syubhat ini lihat Fitnah Takfir oleh Syaikh Al-Albany dalam majalaj Al-Furqon edisi 10 Th. II hal. 36-41 ).

 

3. Permusuhan mereka yang sangat kepada para ulama salafiyyin

 

Muhammad Surur mengatakan tentang para ulama salafiyyin di Saudi Arabia : “ Mereka ini selalu membuat kedustaan, memata-matai, menulis ketetapan-ketetapan, dan melakukan segala sesuatu yang diminta majikannya … dan jumlah mereka sedikit – Walhamdulillah – , dan mereka adalah para penyelundup dalam dakwah dan aktivitas Islam …, walaupun mereka ini memanjangkan jenggotnya dan memendekkan pakaiannya, dan menganggap diri mereka adalah para pembela sunnah… “ ( Majalah As-Sunnah Al-Britaniyyah edisi 23 , bulan DzulHijjah 1412 H, hal. 29-30 ).

Muhammad Mis’ary berkata : “ Aku tidak pernah menyinggung aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, aku hanya menyebutkan kenyataan, yaitu bahwa dia adalah seorang yang lugu dan bukanlah seorang ulama !!! … “

Muhammad Mis’ary berkata : “ Pendapatku pribadi bahwa Syaikh Bin Baz telah sampai kepada fase kerusakan akal karena usia tua … tetapi aku tidak melihat kufur buwah padanya… “ ( Pernyataan resmi Lajnah Difa’ ‘An Huquq Syar’iyyah , London , Kamis 22/10/1415 H bertepatan dengan 23/3/1995 M ).

Salman Al-Audah menuduh para ulama Saudi seperti Syaikh Bin baz dan Syaikh Utsaimin bukanlah rujukan ilmiyyah yang shahih dan terpercaya ( Majalah Al-Ishlah Al- Imaratiyyah edisi 223-28/1-3/12/1992-hal. 11 ).

Safar Al-Hawaly menuduh para ulama Saudi seperti Syaikh Bin baz dan Syaikh Utsaimin tidak faham waqi’ (  Kaset Fafirruu Ilallah ).

Abdurrahman Abdul Khaliq mengatakan bahwa Syaikh Al-Allamah Al-Mufassir Muhammad  Al-Amin Asy-Syinqiithy adalah perpustakaan yang berjalan tetapi sudah usang cetakannya sehingga perlu direvisi ! ( Khuthuth Raisiyyah Liba’tsil Ummah Islamiyyah hal. 78 sebagaimana dalam Jama’ah Wahidah hal. 41 oleh Syaikhuna Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly ).

Abdurrahman Abdul Khaliq mengatakan bahwa ulama salafiyyin adalah ulama haidh dan nifas ( Khuthuth Raisiyyah Liba’tsil Ummah Islamiyyah hal. 40).

4. Loyalitas mereka kepada ahli bid’ah dan musuh-musuh Islam

 

Mereka memuji dan mengelu-elukan Hasan At-Turaby As-Sudany penentang hadits Rasulullah e, demikian juga Ayatusy Syi’ah Khomeiny Ar-Rafidhy Al-Mal’un mereka katakan sebagai imam dan tokoh sejarah yang agung dan jenius ( Pernyataan resmi Lajnah Difa’ ‘An Huquq Syar’iyyah , London , Kamis 22/10/1415 H bertepatan dgn 23/3/1995 M ).

 

5. Celaan mereka kepada para sahabat

 

Muhammad Mis’ary berkata : “ Aku menganggap Mu’awiyah adalah perampas kekuasaan, dan dia akan mendapatkan balasan kejahatannya dari Alloh pada hari kiamat, tetapi aku tidak mengkafirkannya … “ ( Pernyataan resmi Lajnah Difa’ ‘An Huquq Syar’iyyah , London , Kamis 22/10/1415 H bertepatan dengan 23/3/1995 M ).

Dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan mereka dari manhaj yang lurus yang tidak bisa kita sampaikan di sini karena keterbatasan tempat, tetapi dari uraian singkat di atas Insya Allah sudah bisa dinilai siapa mereka.

 

HUBUNGAN KELOMPOK SURURIYYAH DENGAN SAYYID QUTHB

 

Membicarakan kelompok Sururiyyah tidak akan terlepas dari Sayyid Quthb dan pemikiran-pemikirannya, karena tokoh-tokoh kelompok Sururiyyah adalah para pemuja, pembela dan pengagum Sayyid Quthb dan pemikiran-pemikirannya, sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Surur dalam kitabnya Dirasat fi Sirah Nabawiyyah hal. 321-323 : “ Sayyid Quthb dizhalimi oleh dua kelompok manusia :

Dizhalimi oleh sebagian murid-murid dan pengagumnya, karena mereka sangat kagum kepadanya, kagum kepada keteguhannya di atas kebenaran dan kesabarannya menerima ujian di jalan Alloh, kagum dengan keluasan wawasannya, kebersihan fitrahnya, dan kedalaman pengetahuannya … dan kami menyertai mereka dalam hal ini semua

Adapun kelompok lain dari manusia, maka mereka tidak menyebut Sayyid Quthb kecuali dari segi kesalahan-kesalahan ilmiyyahnya : ada yang mengatakan dia asy’ary, ada yang mengatakan dia adalah penyeru wihdatul wujud, dan ada lagi yang mengatakan dia adalah tergolong kelompok Khawarij yang ghuluw.

Tidaklah Sayyid Quthb seorang asy’ary dan tidak juga seorang shufy, tetapi dia adalah seorang sastrawan murid dari para ahli satra, ketika dia menempuh jalan para da’i dia berubah haluan menulis ilmu-ilmu Islam, seperti tauhid, tafsir, dan lain-lain, maka Alloh beri taufiq kepadanya pada kebanyakan tulisan-tulisannya…

Tidaklah Sayyid Quthb tergolong pengikut pemikiran Khawarij… tidak juga termasuk kelompok mu’tazilah … “

Kami katakan : Sayyid Quthb adalah seorang asy’ary, dia menafsirkan istiwa’ dengan kekuasaan sebagaimana dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an 1/53, 1/54, 3/1296, 3/1762, 4/2045, dan 5/2807 , dia juga penyeru kepada wihdatul wujud sebagaimana dalam perkataannya dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an 6/4002 : “ Dialah wujud yang satu, tidak ada di sana hakekat kecuali hakekatNya, tidak ada di sana wujud yang hakiki kecuali wujudNya … “ .

Sayyid Quthb juga seorang shufi sebagaimana dalam perkataannya dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an 6/3291 : “ Di sana ada orang yang beribadah kepada Alloh karena mereka mensyukuri ni’mat-ni’matNya yang tidak terhitung, tidak melihat di balik itu surga atau neraka … “

Sayyid Quthb juga penganut faham Khawarij yang mengkafirkan masyarakat Islam secara keseluruhan sebagaimana dikatakan oleh muridnya Yusuf Qardhawy : “ Pada fase ini muncullah kitab-kitab Asy-Syahid Sayyid Quthb yang mewakili fase terakhir dari pemikirannya yang menghasilkan pengkafiran masyarakat … dan pencanangan jihad ofensif kepada seluruh manusia “ ( Aulawiyatul Harakah Islamiyyah hal.110 dan perkataan Sayyid Quthb dalam masalah ini dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an 2/1057 ).

Untuk mengenal lebih lanjut pemikiran-pemikiran Sayyid Quthb agar kita bisa membentengi diri kita darinya bisa membaca kitab Mauriduz Zilal fi Akhto’i Dhilal oleh Syaikh Abdullah Ad-Duwaisy, dan beberapa kitab Syaikhuna Al-Allamah Rabi’ Al-Madkhaly seperti Adhwa’ Islamiyyah ‘ala Aqidati Sayyid Quthb wa Fikrihi, Matha’in Sayyid Quthb fi Ashaabi Rasulillah e , dan Al-‘Awashim mimma fi Kutub Sayyid Quthb minal Qowasim. Di sana akan nampak bahwa dia mencela Nabi Musa u , mencela para sahabat, mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluq, menganut faham hulul dan jabriyyah, menolak sifat-sifat Alloh dengan menempuh cara-cara jahmiyyah, menolak hadits-hadits yang shahih dalam masalah aqidah, mengimani faham sosialisme, …Setelah ini semua pantaskah dia dipuja, diagungkan, dan dijadikan imam ?!! Demi Alloh tidak, kecuali seorang yang hati dan akalnya telah terbakar oleh kultus individu dan fanatik buta, seperti tokoh-tokoh kelompok sururiyyah seperti Muhammad Surur dalam beberapa perkataannya di atas, Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam risalahnya Arba’una Nashihatan Liishlahil Buyut hal. 23-25, Aidh Al-Qarny dalam kitabnya Lahnul Khulud hal. 20, Salman Al-Audah dalam kasetnya Taqwimur Rijal, dan masih banyak lagi dari kalangan mereka.

Karena inilah maka kelompok Sururiyyah tidak ada bedanya dengan kelompok Quthbiyyah ( penganut pemikiran Sayyid Quthb ) yang lainnya seperti Ikhwanul Muslimin dan jama’ah-jama’ah takfir yang lainnya.

 

SARANA-SARANA KELOMPOK SURURIYYAH

 

Kelompok ini memiliki tiga sarana utama untuk melariskan pemikiran mereka, tiga sarana ini adalah :

  1. Manhaj Muwazanah, yaitu manhaj yang mengharuskan bagi siapa saja yang mengkritik kesalahan person, tulisan ataupun kelompok untuk menyebutkan kebaikan dan kejelekannya secara bersamaan, karena ini adalah sikap yang adil menurut mereka. Syubhat manhaj muwazanah ini telah kita jelaskan bantahannya dari para ulama di dalam Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun III hal. 29-30.
  2. Fiqh waqi’, yaitu fiqih politik barat, dan memahami program-program rahasia mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Tujuan pencetusan fiqh waqi’ ini adalah mengangkat orang-orang mereka ke barisan para ulama dan sekaligus merendahkan citra para ulama dengan slogan mereka ini tidak faham waqi’. Syubhat fiqh waqi’ ini telah kita jelaskan bantahannya dari para ulama di dalam Majalah Al-Furqon Edisi 10 Tahun III hal. 22-26.
  3. Tatsabbut, yaitu mengelabuhi ummat bahwa mereka adalah orang-orang yang selalu meneliti dengan cermat semua berita yang sampai, dengan cara ini mereka melariskan pemikiran-pemikiran mereka dan menghindar dari segala macam bantahan dan kritikan kepada mereka. Sarana ini digunakan mereka sebagai senjata pembelaan dan sekaligus senjata untuk menyerang, senjata untuk membela pemikiran-pemikiran, perkataan-perkataan, dan perbuatan-perbuatan mereka, dan sekaligus menyerang siapa saja yang mengkritik dan menjelaskan kesalahan mereka.

Semua sarana ini mereka suguhkan kepada umat dengan bentuk yang mujmal ( global ), dengan kalimat-kalimat yang samar yang mengandung kebenaran dan kebatilan, dengan kebatilan dari kalimat-kalimat ini mereka hantam kebenaran, inilah cara-cara ahli bid’ah dari masa ke masa sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Shawa’iq Mursalah 3/925 , Alloh I telah melarang cara-cara seperti ini dalam kitabNya :

]وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ[

Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq itu, sedang kalian mengetahui. “ ( Al-Baqarah : 42 ).

Karena inilah wahai Saudara-saudaraku waspadalah dan hati-hatilah terhadap kelompok Sururiyyah ini ! mereka adalah kelompok yang menyebarkan kebatilan dengan cara terselubung, mereka tidak segan-segan menerbitkan dan mencetak kitab-kitab ulama salafiyyin dan membagi-bagikannya pada acara-acara mereka, tetapi dengan menyelipkan dan membagikan bersamanya tulisan-tulisan gembong-gembong mereka, dengan cara itu mereka kelabuhi umat bahwa pemikiran-pemikiran gembong-gembong mereka adalah sama dengan pemikiran-pemikiran ulama salafiyyin ( Al-Quthbiyyah hal. 158 ).

Mereka mengerahkan segala upaya untuk mengelabuhi tokoh-tokoh salafiyyin sehingga bergabung dengan mereka, sebagaimana hal ini terjadi pada Fadhilatusy Syaikh Abdullah bin Jibrin yang sempat mereka tarik ke dalam jam’iyyah mereka yang bernama Lajnah Difa’ ‘An Huquq Syar’iyyah , tetapi hal ini tidak berlangsung lama – Walhamdulillah – , beliau segera mengumumkan bahwa beliau berlepas diri dari mereka sebagaimana dalam fatwa beliau pada tanggal 23 Rabi’ul Awwal 1415 H.

Waspadalah wahai para du’at salafiyyin terhadap mereka !, mereka berusaha dengan segala cara untuk menarik kalian dalam barisan mereka, untuk mengelabuhi umat bahwa mereka adalah salafiyyin dan bukan quthbiyyin !!!.

 

KONTRADIKSI PERKATAAN DAN SIKAP KELOMPOK SURURIYYAH

 

Kelompok Sururiyyah adalah para “ da’i politik “, maka perkataan-perkataan dan sikap-sikap mereka penuh kontradiksi sebagaimana para politikus pada umumnya, di antara kontradiksi-kontradiksi mereka adalah :

  1. Mereka melarang hukumah Saudi Arabia meminta bantuan orang-orang musyrik untuk menahan kebrutalan Saddam Husein, kemudian mereka mengatakan boleh meminta bantuan kepada kaum rafidhah dan komunis untuk menahan Kabul dari serangan Amerika !!!.
  2. Mereka melarang orang-orang Kuwait meminta bantuan orang-orang musyrik untuk mengusir dan mengeluarkan Saddam Husein yang menduduki Kuwait, kemudian mereka bolehkan diri-diri mereka meminta suaka politik ke negeri kafir, bahkan kemudian bermukim di negeri kafir, bahkan dengan resmi menjadi warga negara negeri kafir !.
  3. Mereka menyerukan keadilan terhadap semua makhluq, termasuk kaum komunis dan syaithan, dan mewajibkan untuk menyebutkan kebaikan dan kejelekan mereka, tetapi hal ini tidak mereka lakukan terhadap para ulama salafiyyin yang berseberangan dengan mereka, mereka cela para ulama salafiyyin dan mereka juluki dengan julukan-julukan yang keji.

 

KOMENTAR PARA ULAMA TENTANG KELOMPOK SURURIYYAH

 

  1. Komentar Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz :

Ketika disebutkan kepada Samahatusy Syaikh perkataan Muhammad Surur dalam kitabnya Manhajul Anbiya’ fid Da’wah Ilallah 1/8 di atas beliau berkomentar : “ Ini adalah kesalahan yang besar … kitab-kitab aqidah yang benar bukanlah kering, di dalamnya firman Alloh dan sabda RasulNya e … jika dia mensifati Al-Qur’an dan sunnah bahwa keduanya kering maka ini adalah kemurtadan dari Islam, ini adalah ibarat yang rusak dan keji “ ( dari kaset muhadharah berjudul Afatul Lisan di kota Thaif tanggal 29/12/1413 H sebagaimana dalam Ajwibah Mufidah hal. 57 ).

Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengomentari Muhammad Mis’ary juru bicara resmi mereka : “ …Termasuk orang-orang dengki dan jahil yang menjual agama dan amanahnya kepada syaithan seperti Muhammad Mis’ary “ ( Koran Al-Muslimun edisi 543 tanggal 2 Shafar 1416 H sebagaimana dalam Madarikun Nazhar hal. 218 ).

 

  1. Komentar Syaikh Al-Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan :

Ketika disebutkan kepada Fadhilatusy Syaikh perkataan Muhammad Surur dalam kitabnya Manhajul Anbiya’ fid Da’wah Ilallah 1/8 di atas beliau berkomentar: “ Orang ini – Muhammad Surur – hendak menyesatkan para pemuda Islam dengan perkataannya ini, memalingkan mereka dari kitab-kitab aqidah yang shahihah dan dari kitab-kitab salaf, dan dia arahkan para pemuda Islam kepada pemikiran-pemikiran barau, dan kitab-kitab baru yang mengandung syubhat-syubhat.

Kitab-kitab aqidah kelemahannya menurut Muhammad Surur adalah karena terdiri dari nash-nash dan hukum-hukum, di dalamnya terdapat perkataan Alloh dan perkataan Rasulullah e, sedangkan dia menginginkan pemikiran fulan dan fulan, dan tidak ingin nash-nash dan hukum-hukum.

Maka wajib atas kalian – kaum muslimin – mewaspadai selundupan-selundupan pemikiran yang batil ini, yang bertujuan memalingkan para pemuda kita dari kitab-kitab salaf kita yang shalih.

Alhamdulillah kita telah cukup dengan peninggalan-peninggalan salafushshalih seperti kitab-kitab aqidah, dan kitab-kitab dakwah, bukan dengan gaya bahasa yang kering – seperti disangka oleh Muhammad Surur – , bahkan dengan gaya bahasa yang ilmiyyah dari Kitabullah dan sunnah RasulNya e, seperti Shahih Bukhary, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadits yang lainnya, kemudian kitab-kitab Sunnah, seperti kitab As-Sunnah oleh Ibnu Abi Ashim, Asy-Syari’ah oleh Al-Aajuury, As-Sunnah oleh Abdullah bin Al-Imam Ahmad, kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim, dan kitab-kitab Syaikhul Islam Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab. Wajib atas kalian untuk mengambil dari kitab-kitab ini.

Maka aqidah tidak boleh diambil kecuali dari nash-nash Kitab dan Sunnah, bukan dari pemikiran Fulan dan Allan. “( Ajwibah Mufidah ‘an As’ilatil Manahijil Jadidah hal. 55-56 ).

  1. Komentar Syaikhuna Al-Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad :

Beliau mengomentari Muhammad Mis’ary : “ Dia adalah seorang yang begitu sangat kedengkiannya, tidak punya hubungan sama sekali dengan ilmu syar’i dan fiqih agama, lari ke ibukota penjajah…semoga Alloh merahmati Al-Imam Ath-Thohawi yang mengatakan : “ Dan ulama salaf yang terdahulu, dan pengikut-pengikut mereka sesudahnya – ahli khobar dan atsar, dan ahli fiqh dan nadhor – tidak boleh disebut melainkan dengan kebaikan, dan barangsiapa yang menyebut mereka dengan kejelekan maka tidaklah dia di atas jalan yang lurus …  “ ( Pengantar terhadap kitab Madarikun Nazhar fis Siyasah oleh Syaikh Abdul Malik Romadhony Al-Jazairy ).

 

PENUTUP

 

Pada akhir bahasan ini kami berdo’a kepada Alloh agar menunjukkan dan membawa kita semua ke jalan yang dicintai dan diridhoiNya, dan hendaknya kita semua menyadari bahwa Alloh telah memberikan nikmat yang agung kepada kita yaitu para ulama salafiyyin yang memiliki keteguhan langkah dalam menempuh manhaj salafush shalih .

Maka wajib bagi umat secara umum dan para pemuda Islam secara khusus untuk menimba ilmu dari para ulama salafiyyin, beramal sesuai dengan amalan mereka, beradab seperti adab mereka, menjaga kehormatan mereka, dan menempatkan mereka sesuai dengan kedudukan mereka yang agung.

Wajib atas setiap muslim untuk taat kepada para waliyyul amr dalam ketaatan kepada Alloh, menasehati mereka dengan cara-cara yang syar’i, dan berusaha untuk mempersatukan kaum muslimin di bawah panji-panji mereka untuk menempuh jalan yang lurus.

Wajib bagi kita semua untuk berpegang teguh dengan manhaj salafush shalih, jangan sampai kita berpaling dari jalan yang lurus sehingga mengalami kerugian yang besar di dunia dan akhirat, karena keshahihan manhaj menentukan tempat seseorang di surga atau neraka sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Allamah Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan :

“ Keshahihan manhaj menentukan tempat seseorang di surga atau di neraka, jika manhaj seseorang shahih maka dia akan masuk surga, jika dia mengikuti manhaj Rasulullah e dan manhaj salafush shalih maka dia akan menjadi penghuni surga biidznillah, dan jika dia berada pada manhaj yang sesat maka dia diancam dengan neraka “( Ajwibah Mufidah hal. 77 ).

 

والله أعلم بالصواب

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s