KEUTAMAAN NEGERI SYAM

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN SYAM

Disusun oleh : Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Sesungguhnya negeri Syam adalah negeri yang penuh berkah, di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha yang merupakan masjid kedua yang dibangun setelah Masjid Al-Haram, Syam juga merupakan Kiblat para nabi, dan Baitul Maqdis adalah menara Dakwah Tauhid yang dikumandangkan oleh para nabi yang mulia dari masa ke masa, di Syam ada gunung Thur yang di situlah Alloh berbicara langsung kepada Musa Alaihi Salam.

Di samping hal-hal yang disebutkan di atas Alloh telah memilih Negeri Syam dengan keutamaan-keutamaan lainnya yang Alloh sebutkan di dalam KitabNya dan disebutkan oleh Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadits-haditsnya. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan kita semua kaum muslimin terhadap bumi Syam adalah kecintaan yang syari sesuai dengan kecintaan Alloh dan RasulNya.

Sejak dulu hingga saat ini Syam menjadi ajang perebutan antara pasukan pembela kebenaran dan pasukan pembela kebatilan, antara kaum mukminin dengan orang-orang kafir Yahudi dan Barat yang didukung oleh kalangan munafiqin dari Syiah Rafidhah dan orang-orang semacam mereka. 

Dan tidak tersembunyi bagi setiap muslim saat ini apa yang dialami saudara-saudara kita seiman di Syam yang diuji oleh Alloh dengan berbagai ujian yang berat karena mereka mempertahankan keimanannya dan mempertahankan tanah suci yang hendak direbut oleh orang-orang kafir.

Tentunya kita semua kaum muslimin hendaknya turut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita di Syam dan berupaya dengan doa dan apa yang mampu dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Syam. 

Mengingat masih banyak dari kaum muslimin yang belum  mengetahui tentang keutaaman-keutamaan Negeri Syam sehingga mereka kurang peduli terhadapnya maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh akan kami paparkan di dalam bahasan ini sedikit apa yang kami ketahui dari keutamaan-keutamaan negeri Syam dengan merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasululullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang shahihah dengan pemahaman Salaful Ummah.
PENGERTIAN NEGERI SYAM
Negeri Syam atau Bilad Syam adalah wilayah yang memanjang di tepian timur Laut Tengah, membentang ke arah timur sampai Suria sebelah timur Sungai Euphrat, membentang sebelah utara dari negeri Turki hingga batas Jairah Arab, dan membentang ke selatan hingga wilayah Mesir.

Negeri Syam pada pembagian wilayah negara-negara hari ini meliputi Libanon, Suria, Yordania dan Palestina serta sebagian dari wilayah Turki dan Saudi Arabia ( Lihat https://ar.wikipedia.org/wiki/بلاد_الشام dan http://ahmadalayoubi.weebly.com/15781575158516101582-1576160415751583-15751604158815751605.html).
KEBERKAHAN NEGERI SYAM
Sesungguhnya Syam adalah negeri yang diberkahi Alloh Subhanahu wa Ta’ala,  Alloh Ta’ala berfirman :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari al Masjidil Haram ke al Masjidil Aqshaa`yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ” ( al Israa` :1 ).

Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thobai berkata :

 Alloh berfirman : yang telah Kami berkahi sekelilingnya” 

yaitu yang telah kami berkahi sekelilingnya bagi para penduduknya di dalam penghidupan-penghidupan mereka, makanan-makanan pokok mereka, hasil-hasil pertanian mereka, dan tanaman-tanaman mereka  ( Jamiul Bayan 17/351 ).

Di dalam ayat di atas Alloh menetapkan keberkahan bagi negeri Syam, dan barakah artinya adalah “ kebaikan yang banyak dan tetap. Diambil dari kata  birkah  yang artinya kumpulan air ( Lihat Mu’Jam Maqayis Lughah 1/130 , Lisanul Arab 10/395 dan Qaulul Mufid 1/245 ). 

Hal yang penting untuk diketahui bahwa barakah datang dari Allah  sebagai satu bentuk karunia yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Rasulullah ( bersabda : 

البركة  من الله

“ Barakah datangnya dari Alloh ” ( Shahih Bukhari 5/2135 ).

Selain ayat pertama dari Surat Al-Isra’ di atas masih ada beberapa ayat lain yang menetapkan keberkahan bumi Syam, di antaranya firman Alloh Ta’ala :

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ 

” Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia” ( al Anbiyaa`:71).

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata : ” Allah memberitahukan tentang Ibrahim yang diselamatkan dari api buatan kaumnya, dan membebaskannya dari mereka dengan berhijrah ke Negeri Syam  ke tanah suci darinya ” ( Tafsir Al-Quranil Azhim 5/353 ). 

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu”. ( al Anbiyaa`:81).

Al-Imam Ibnu Jarir berkata :  Firman Alloh  Angin yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya  yaitu ke Syam  ( Jamiul Bayan 18/481 ). 

Dan Alloh Taala berfirman :

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman”. ( Sabaa`: 18).

Al-Imam Mujahid bin Jabr berkata :  Negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya adalah Syam  ( Jamiul Bayan 20/386 ).

Kemudian juga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memohon kepada Alloh Azza wa Jallah agar memberkahi negeri Syam, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 

اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان  

“ Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Najed ( Iraq )? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah saw menjawab: Di sana (Najed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan . ( Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Shahihnya no. 1037, 7094, Tirmidzi : 3953, Ahmad 2/90dan lihat Silsilah As-Shahihah :5246).

 

SYAM ADALAH TEMPAT PARA NABI
Syam menjadi tempat tinggal banyak para nabi : 

– Nabi Ibrahim dan Nabi Luth hijrah ke Syam dari ‘Iraq, Alloh Ta’ala berfirman : 

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ 

” Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia” ( al Anbiyaa`:71).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :  Hal yang dimaklumi bahwa Ibrahim dan Luth diselamatkan Alloh ke negeri Syam dari negeri Jazirah dan Iraq  ( Manaqib Syam wa Ahlihi hal. 76 ).

– Nabi Ishaq, Nabi Yaqub, dan Nabi Yusuf tinggal di negeri Syam, kemudian Nabi Yaqub dan keluarganya berpindah ke negeri Mesir sebagaimana Alloh jelaskan di dalam Al-Quran suran Yusuf.

– Setelah Bani Israil mengalami penyiksaan Firaun di Mesir maka Alloh menyelamatkan Nabi Musa, Nabi Harun, dan Bani Israil ke negeri Syam, Alloh Ta’ala berfirman :

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

“ Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka  ( Al-Araf : 137 ).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :  Hal yang dimaklumi bahwa Bani Israil mereka diwarisi bahagian timur dan bahagian barat bumi Syam setelah Alloh tenggelamkan Firaun ke dalam lautan ( Manaqib Syam wa Ahlihi hal. 75 ).

Setelah Bani Israil tinggal di Syam maka lahirlah para Nabi di Syam hingga datang kerajaan Dawud dan Sulaiman, kemudian hingga Nabi Zakariya, Yahya,dan Isa Alaihimu Sholatu wa Salam. 
SYAM ADALAH QIBLAT YANG PERTAMA BAGI KAUM MUSLIMIN
Syam adalah tempat Isra Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana di dalam Surat Al-Isra ayat pertama diatas, demikian juga yang menambah keutamaan Syam bahwa dia adalah qiblat pertama kaum muslimin sebelum dipindahkan ke Makkah, Alloh Taala berfirman :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

“ Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya  ( Al-Baqarah : 144 ).  

Dari Al Bara’ bin ‘Azib? radliallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat mengahdap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan kiblat tersebut dialihkan ke arah Ka’bah. Maka Allah menurunkan ayat: (“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit) ‘ (Qs. Al Baqarah: 144). Maka kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke Ka’bah. Lalu berkatalah orang-orang yang kurang akal, yaitu orang-orang Yahudi: ‘(Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus) ‘ (As. Al Baqarah: 144). Kemudian ada seseorang yang ikut shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, orang itu kemudian keluar setelah menyelesikan shalatnya. Kemudian orang itu melewati Kaum Anshar yang sedang melaksanakan shalat ‘Ashar dengan menghadap Baitul Maqdis. Lalu orang itu bersaksi bahwa dia telah shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menghadap Ka’bah. Maka orang-orang itu pun berputar dan menghadap Ka’bah.” ( Shahih Bukhari : 384 ).
PERINTAH NABI UNTUK BERMUKIM DI SYAM
Dari Watsilah bin al Asqaa` dia berkata: Aku mendengar Rasulullah berkata kepada Hudzaifah bin al Yaman dan Muadz bin Jabal yang sedang meminta pendapat beliau tentang tempat tinggal. Maka, beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Mereka berdua kembali bertanya kepada beliau. (Dan) beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Beliau bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَإنَّهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ..

” Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihanNya” ( Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 22/58 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib 3/194 ).

Para ulama juga telah terbiasa merekomendasi untuk bermukim di Syam, sesuai petunjuk Rasulullah. Ketika Atha al Khurasani berniat pindah tempat tinggal, ia meminta pendapat para ulama yang ada di Mekkah, Madinah, Kufah dan Bashrah serta Khurasan. 

Atha al Khurasani berkata kepada para ulama tersebut : Menurut pendapatmu, kemana saya mesti pindah dengan keluarga?

Masing-masing menjawab: Berangkatlah ke Syam ( Tarikh Dimasyq 1/9 no. 180 ). 
CAHAYA IMAN MEMANCAR DARI SYAM SAAT FITNAH BERKECAMUK 
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah bersabda :

إِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنَّ عَمُوْدَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِيْ, فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِيْ. فَإِذَاهُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ إلَى الشَّامِ ألَا وَإنَّ الْإيْمَانَ إذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ بِالشَّامِ 

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam”. ( Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak 4/509 dan Abu Nuaim di dalam Al-Hilyah 5/252 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Takhrij Ahadits Fadhaili Syam wa Dimasyq hal. 15 dan Shahihut-Targhib wat-Tarhib no. 3092). 

Al Izz bin Abdis Salam rahimahullah berkata : ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa tiang Islam, yaitu iman, pada saat terjadinya fitnah-fitnah, berada di Syam. Artinya, apabila fitnah-fitnah yang muncul telah mengancam agama Islam, maka penduduk Syam berlepas diri darinya. Mereka tetap istiqamah di atas iman. Jika muncul fitnah yang tidak mengancam agama, maka penduduk Syam mengamalkan konsekwensi iman. Apakah ada sanjungan yang lebih sempurna dari itu? ( Targhibi Ahlil Islam Fi Sukna Asy-Syam lembar 3  manuskrip – ).
MALAIKAT MEMBENTANGKAN SAYAP BAGI PENDUDUK SYAM
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا 

“Keberuntungan bagi penduduk Syam,” maka kami bertanya : “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam) ( Diriwayatkan oleh At-Tirmizi di dalam Jaminya no. 3954 dan Ahmad di dalam Musnadnya 35/483 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam As-Silsilah As-Shahihah no. 503).
SYAM ADALAH TEMPAT KEBERADAAN AT-THOIFAH AL-MANSHUROH
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق، لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى تقوم الساعة

قال معاذ: هم أهل الشام

“ Senantiasa ada sekelompok umatku yang selalu tegak di atas al-haq, tidak memadharatkan mereka  orang yang orang yang menyelisihi dan menelantarkan mereka hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. 

Muadz berkata: dan mereka adalah penduduk Syam. (Shahih Bukhari : 6767 dan Shahih Muslim : 3544 ).

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang”. ( Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahihnya 13/68 ). 

Al- Imam Ahmad berkata,”Ahli Gharb adalah penduduk Syam.” ( Manaqibisy-Syam wa Ahlihi halaman 79 )ز
‘ASQALAN ADALAH SEBAIK-BAIK RIBATH
Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

أَوَّلُ هَذَا الْاَمْرِ نُبُوَّةٌ وَ رَحْمَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ خِلَافَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً وَرَحْمَةٌ ثُمَّ يَتَكَادَمُونَ عَلَيْهِ َتكَادُمُ الْحُمُرِ. فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ, وَإِنَّ أَفْضَلَ جِهَادِكُمْ الرِّبَاطُ, وَإِنَّ أَفْضَلَ رِِبَاطكُمْ عَسْقَلَانُ

“Permulaan dari perkara ini (Islam) adalah kenabian dan rahmat. Berikutnya tegaknya khilafah dan rahmat. Selanjutnya muncul kerajaan dan rahmat. Kemudian, orang-orang memperebutkannya, seperti kuda-kuda yang berebut. Maka, kewajiban kalian untuk berjihad. Sesungguhnya sebaik-baik jihad adalah ribath. Sebaik-baik tempat ribath adalah Asqalan”. ( Diriwayatkan oleh Ath Thabrani di dalam al Mujamul Kabir 11/88 dan dijayyidkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash Shahihah : 3270). 

Asqalan telah dikenal sejak dahulu. Menempati tempat strategis di bibir pantai, ramai dengan perdagangan. Palestina tidak pernah ditaklukkan, kecuali diawali dengan penaklukkan ‘Asqalan.
SYAM MERUPAKAN PUSAT NEGERI ISLAM DI AKHIR ZAMAN
Dari Salamah bin Nufail dia berkata : 

كنت جالسا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال رجل : يا رسول الله ! أذال الناس الخيل ، ووضعوا السلاح ، وقالوا : لا جهاد ! قد وضعت الحرب أوزارها ! قأقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم بوجهه ، وقال : كذبوا الآن ، الآن جاء القتال ، ولا يزال من أمتي أمة ، يقاتلون على الحق ، ويزيغ الله لهم ، قلوب أقوام ، ويرزقهم منهم ، حتى تقوم الساعة ، وحتى يأتي وعد الله ، والخيل معقود في نواصيها الخير إلى يوم القيامة ، وهو يوحي إلي أني مقبوض غير ملبث ، وأنتم تتبعوني أفنادا ، يضرب بعضكم رقاب بعض ، وعقر دار المؤمنين الشام 

“ Aku pernah duduk di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang telah turun dari kuda mereka, mereka meletakkan senjata mereka dan berkata bahwa tidak ada jihad lagi dan perang telah usai.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menghadapkan wajahnya seraya bersabda: ” Mereka dusta! saat inilah, saat inilah perang telah datang, akan senantiasa ada dari umatku orang-orang yang berperang di atas kebenaran dan Allah akan menjadikan hati orang-orang condong kepada mereka, Allah akan memberi mereka rizqi dari mereka hingga datang Hari Kiamat, dan hingga datang janji Allah. Dan pada setiap ubun-ubun kuda telah tertulis kebaikan sampai Hari Kiamat, diwahyukan kepadaku bahwa aku akan mati tanpa menunggu-nunggu sedangkan kalian akan mengikutiku secara berpisah-pisah, sebagian kalian menebas leher yang lain, dan tempat asal kaum beriman adalah Syam.”. ( Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam Sunannya : 3505 dan di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa’i ).
SYAM MERUPAKAN BENTENG UMAT ISLAM SAAT TERJADINYA PERANG DAHSYAT AKHIR ZAMAN
Dari Auf bin Malik al-Asyjaiy dia berkata:

“ Aku mendatangi nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam, aku mengucapkan salam, lalu ‘Auf berkata: Ya. Beliau bersabda: “Masuklah.” ‘Auf bertanya: Saya secara keseluruhan atau sebagaian?” Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Secara keseluruhan.” Beliau bersabda: “Hai ‘Auf, hitunglah enam hal yang ada di hadapan kiamat, yang pertama darinya adalah kematianku.” Aku menangis hingga Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam mendiamkanku. Aku berkata: Itu yang pertama. Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Yang kedua; ditaklukkannya Baitul Maqdis.” Aku berkata: Itu yang kedua. Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Yang ketiga; banyaknya kematian yang ada di tengah-tengah ummatku yang menyerang mereka seperti kambing yang mati dengan cepat.” Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Itu yang ketiga dan yang keempat; fitnah yang ada di tengah-tengah ummaku -beliau membesarkannya, katakan: Itu yang keempat. Yang kelima; harta melimpah ruah di tengah-tengah kalian hingga seseorang diberi seratus dinar lalu ia memurkainya, katakan: Itu yang kelima, dan yang keenam; perjanjian yang ada diantara kalian dan Bani Ashfar, mereka berjalan mendatangi kalian dalam delapan puluh ghayah.” AKu bertanya: Apa itu Ghayah? Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bendera, dibawah setiap bendera ada duabelas ribu bendera, tenda-tenda kaum muslimin saat itu berada di kawasan yang disebut Ghauthah di kota yang bernama Damaskus.”” ( Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad di dalam Musnadnya 6/25 dan Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak 4/419 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Takhrij Ahadits Fadhaili Syam wa Dimasyq hal. 64).

Catatan: Daerah bernama Ghauthah masih ada hingga kini, tidak berubah namanya, dan letaknya memang dekat Damaskus.

 

PASUKAN TERBAIK AKHIR ZAMAN ADA DI SYAM DAN ALLAH MENJAMIN MEREKA
Dari Abdullah bin Hawalah dia berkata : Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة ، جند بالشام وجند باليمن وجند بالعراق “” قال ابن حوالة: خر لي يارسول الله إن أدركت ذلك ، فقال: “” عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه ، يجتبى إليها خيرته من عباده ، فأما إن أبيتم فعليكم بيمنكم ، واسقوا من غُدُركم ( الغدر: بضم الغين وضم الدال جمع غدير) ، فإن الله توكل لي بالشام وأهله 
“ Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Hendaklah kalian memilih Syam,karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya. ( Diriwayatkanoleh Abu Dawud di dalam Sunannya :2483, al-Imam Ahmad di dalam Musnadnya 4/110, dan Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak 4/510 dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Takhrij Ahadits Fadhaili Syam wa Dimasyq hal. 13).

 

SYAM MENJADI TEMPAT TURUNNYA NABI ISA DI AKHIR ZAMAN DAN BELIAU MEMBUNUH DAJJAL DI SYAM
Dari Nawwas bin Saman dia berkata :

“ Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada disekelompok pohon kurma. Kami pergi meninggalkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lalu kami kembali lagi, beliau mengetahui hal itu pada kami lalu beliau bertanya: “Kenapa kalian?” kami menjawab: wahai Rasulullah, Tuan menyebut Dajjal pada suatu pagi, Tuan melirihkan dan mengeraskan suara hingga kami mengiranya ada disekelompok pohon kurma, beliau bersabda: “Selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan pada kalian, bila ia muncul dan aku berada ditengah-tengah kalian, aku akan mengalahkannya, bukan kalian dan bila ia muncul dan aku sudah tidak ada ditengah-tengah kalian, maka setiap orang adalah pembela dirinya sendiri dan Allah adalah penggantiku atas setiap muslim, ia adalah pemuda ikal, matanya menonjol, mirip ‘Abdu Al ‘Uzza bin Qathan. Siapa pun diantara kalian yang melihatnya hendaklah membaca permulaan surat Al Kahfi, ia muncul diantara Syam dan ‘Irak lalu banyak membuat kerusakan dikanan dan dikiri, wahai hamba-hamba Allah, teguhlah kalian.” Kami bertanya: Berapa lama ia tinggal di bumi? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti satu pekan dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian.” Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Tuan tentang satu hari yang seperti satu tahun, cukupkah bagi kami shalat sehari? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak, tapi perkirakanlah ukurannya.” Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: Seperti hujan yang diakhiri angin. Ia mendatangi kaum dan menyeru mereka, mereka menerimanya, ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, langit lalu menurunkan hujan, ia memerintahkan bumi agar mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, bumi lalu mengeluarkan tumbuh-tumbuhan lalu binatang ternak mereka pergi dengan punuk yang panjang, lambung yang lebar dan kantong susu yang berisi lalu kehancuran datang lalu ia berkata padanya: ‘Keluarkan harta simpananmu.’ Lalu harta simpanannya mengikutinya seperti lebah-lebah jantan. Kemudian ia memanggil seorang pemuda belia, ia menebasnya dengan pedang lalu memutusnya menjadi dua bagian lalu memanggilnya, ia datang memanggut-manggutkan wajahnya seraya tertawa, saat ia seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju berwantek za’faran seraya meletakkan kedua tangannya diatas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air menetas dan bila ia mengangkat kepala keringat bercucuran seperti mutiara, tidaklah orang kafir mencium bau dirinya kecuali mati dan bau nafasnya sejauh matanya memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya.. ( Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahihnya : 5228 ).
AGAR TANAH SUCI MEMBERI MANFAAT KEPADA ORANG-ORANG YANG MENEMPATINYA
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata :  Ketauhilah sesungguhnya tanah-tanah suci ini sesungguhnya Alloh jadikan perlindungan bagi para penduduknya dari Dajjal yaitu bagi orang yang beriman lagi komitmen dengan apa yang wajib atasnya dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban terhadap Rabbnya, dan jika tidak demikian maka sekedar menetap di tanah-tanah suci  dalam keadaan dia di masa hidupnya dia jauh dari beradab dengan adab-adab orang yang beriman  maka hal ini di antara hal yang menyebabkan dia tidak terlindung dari Dajjal, akan datang di dalam paragraf ke-25 dari Abu Umamah bahwasanya Dajjal  semoga lanat-lanat Allloh menimpanya  ketika dia datang ke Madinah Nabawiyyah dan dihalangi para malaikat dari memasukinya, maka bumi Madinah menggoncangkan para penghuninya tiga kali, sehingga tidak tersisa seorang munafiq pun baik laki-laki maupun wanita melainkan keluar menuju kepada Dajjal. 

Orang-orang munafik laki-laki dan wanita ini  yang terkadang kenifakan mereka adalah secara amaliah  tinggalnya mereka di Madinah Nabawiyyah tidak melindungi mereka dari fitnah Dajjal, bahkan mereka keluar menuju kepadanya dan menjadi pengikut Dajjal sebagaimana orang-orang Yahudi, dan sebaliknya dari hal itu, bahwa barangsiapa yang berada di dalam Madinah  dari orang-orang yang benar-benar beriman ; dalam keadaan mereka telah terjaga dari firnah Dajjal, maka terkadang sebagian dari mereka keluar dari kota Madinah untuk menantang dan menyeru di hadapan Dajjal :  Ini adalah Dajjal yang dahulu Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam telah menyampaikan beritanya kepada kami …sebagaimana akan datang di dalam point ke-31.

Maka yang memberikan manfaat adalah keimanan dan amal yang shalih, itulah sebab terbesar dari keselamatan, adapun tinggal di Darul Hijrah dan yang lainnya, maka ini adalah sebab kedua. Barangsiapa yang tidak mengambil sebab terbesar, maka berpegang dengan sebab yang kecil tidak memberi faidah baginya, hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan sabdanya terhadap orang yang bertanya kepada beliau tentang hijrah :  Kasihan Engkau ! sesungguhnya perkara hijrah adalah berat, apakah Engkau memiliki onta ? , apakah Engaku telah menunaikan zakatnya ? “ orang itu menjawab : “ Ya “,Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : 

فاعمل من وراء البحار، فإن الله لن يترك من عملك شيئاً

“ Beramallah dari balik lautan-lautan, karena sesungguhnya Alloh tidak meninggalkan sedikitpun dari amalanmu  – Muttafaq Alaih -.

Alangkah bagusnya apa yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik di dalam Al-Muwaththa 2/235 dari Yahya bin Said :  Sesungguhnya Abu Darda menulis surat kepada Salman Al-Farisi : Kemarilah ke tanah suci  yaitu Syam -, maka Salman membalas suratnya dengan mengatakan : 

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانَ عَمَلُهُ

 “Sesungguhnya tanah suci tidak mensucikan siapapun. Yang mensucikan manusia adalah amalannya” ( Qishshatu Al-Masihid Dajjal ha;. 34-35 ).
PENUTUP
Demikianlah yang bisa kami paparkan tentang keutamaan-keutamaan negeri Syam yang diberkahi oleh Alloh dan memiliki keistimewaan-keistimewaan secara syari, semoga yang kami paparkan bisa membuka mata kita tentang keutamaan negeri Syam dan menambah kecintaan kita terhadapnya, dan sebagai kesimpulan bahasan ini kami nukilkan perkataan Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali  Hafizhahullah – :  Dan seyogyanya seorang muslim di dalam hal ini mengetahui beberapa perkara di antaranya : 

Sesungguhnya ini adalah nikmat yang Alloh anugerahkan kepada Syam; maka wajib atas penduduknya agar bersyukur kepada Alloh dengan amal yang shalih, mengikhlashkan ibadah, dan berdakwah kepada Alloh di atas manhaj Salafush Shalih, karena dia adalah manhaj Ath-Thoifah Al-Manshuroh sebagai telah aku jelaskan di dalam kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi dan kitab yang lainnya Basyair Dzawi Syaraf Bisyarhi Marwiyyati Manhaj As-Salaf.

Sesungguhnya bumi yang diberkahi yang baik dan suci tidaklah mensucikan seorang pun dan memberkahinya, dan sesungguhnya hal itu didapatkan dengan keimanan dan amal yang shalih.

Salman Ibnul Islam berkata kepada saudaranya seislam Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu : 

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانَ عَمَلُهُ

 “Sesungguhnya tanah suci tidak mensucikan siapapun. Yang mensucikan manusia adalah amalannya”

Wajib atas ahli Syam yang telah Alloh anugerahi keutamaan-keutamaan ini agar menepis darinya apa-apa yang mengotorinya dari noda-noda, kotoran-kotoran dan kekeruhannya sebagaimana api yang membersihkan kotoran besi. Sebagai upaya persiapan menyambut cahaya Islam yang akan menguasai tanahnya. Meskipun orang-orang jahat membencinya.

Siapa yang ingin dikehendaki kebaikan oleh Alloh maka hendaknya dia menetap di bumi Jihad dan Ribath negeri Syam  ( Ath-Thaifah al Manshurah wal Biladil Muqaddasah, Majalah al-Ashalah Edisi ke-30 Tahun Kelima halaman 21 ).
والله أعلم بالصواب

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s