MENGAPA SAYA MENGIKUTI MANHAJ SALAFI ?

MANHAJ SALAFI ADALAH PILIHAN ALLOH DAN RASULNYA  
Sangat banyak dalil-dalil dari Kitabullah dan  Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam yang menjelaskan akan pujian terhadap orang yang mengikuti jalan As-Salaf dan celaan terhadap orang yang menyelisihi jalan As-Salaf, Alloh Taala berfirman:
” Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar ” ( At-Taubah : 100 ).
Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata : ” Alloh telah mengkhabarkan keridhoanNya terhadap orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan keridhoaan mereka terhadapNya dengan apa yang Alloh sediakan bagi mereka dari surga-surga yang penuh keni’matan dan keni’matan yang abadi ” ( Tafsir Al-Qur’anul Adhim 4/203  terbitan Daru Thayyibah cetakan kedua 1420 H – ).
Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali berkata : ” Rabb sekalian manusia telah memuji orang yang mengikuti sebaik-baik manusia maka jelaslah bahwa mereka (Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor ) jika mengatakan satu perkataan lalu diikuti oleh orang yang mengikutinya maka haruslah hal itu merupakan hal yang terpuji dan berhak mendapatkan keridhoan, dan seandainya mengikuti mereka tidak memiliki keistimewaan dari selain mereka maka dia tidak berhak mendapatkan pujian dan keridhoan ” ( Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi hal. 86  cetakan pertama 1420 H – ).
Alloh Taala berfirman:
ومن يشاقق الرسول من بعد ما تبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ما تولى ونصله 

جهنم وساءت مصيرا
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya,dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin,Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam neraka jahannam itulah seburuk-buruk tempat kembali ”(An-Nisa’ ayat 115).
Kalimat (  سبيل المؤمنين ) artinya adalah : jalan orang-orang mukmin, yang pertama kali masuk dalam ma’na ini adalah para shahabat Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam  sebagaimana dalam sabdanya Shollallohu Alaihi wa Sallam:   
وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ و في رواية : ما أنا عليه و أصحابي
“Dan sesungguhnya umatku ini akan berpecah belah menjadi 73 kelompok ,semuanya di neraka kecuali satu kelompok , dia adalah Al Jama’ah “.Didalam riwayat lain :”Dia adalah jalan yang Aku tempuh dan para shahabatku ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya 2/503-504 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani  dalam Silsilah Shohihah :203,204 dan 1492 ).
Al-Imam Ibnu Abi Hamzah Al-Andalusi berkata : ” Para ulama telah berkata tentang  makna firman Alloh Taala ”  dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin,Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya ” : sesungguhnya yang dimaksud adalah para sahabat dan generasi pertama, karena merekalah yang menerima wahyu ( yang datang melalui Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam  ) , mereka langsung bertanya dari hal-hal yang masih belum jelas , maka dijawab oleh Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam  dengan jawaban yang terbaik, dan dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna ” ( Bahjatun Nufus 1/4 dengan perantaraan At-Tahdzir min Fitnati Takfir hal. 58 ).  
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata : ” Ittiba(mengikuti)Sabilil Mukminin adalah hal yang sangat penting sekali…, barang siapa yang mengikuti Sabilil Mukminin, maka dia adalah orang yang selamat disisi Rabbil Alamin, dan barangsiapa yang menyelisihi Sabilul Mukminin maka cukuplah baginya neraka Jahannam dan dia adalah sejelek-jelek tempat kembali.

 Dan dari sinilah telah sesat kelompok-kelompok yang banyak sekali  dari dulu hingga sekarang – ; karena mereka tidak sekedar tidak mengikuti sabilul mukminin saja, bahkan mereka andalkan akal-akal mereka dan mereka ikuti hawa-hawa nafsu mereka di dalam menafsirkan Al-Kitab dan As-Sunnah, kemudian mereka bangun di atas hal itu kesimpulan-kesimpulan yang sangat berbahaya sekali ; mereka keluar dari jalan yang ditempuh oleh Salafuna Shalih – Ridhwanullah Alaihim jam’ian – ” ( At-Tahdzir Min Fitnati Takfir hal. 58-59 ).
Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda : 
خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم يجئ أقوام تسبق شهادة أحدهم يمينه ويمينه شهادته
“ Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang datang sesudah mereka kemudian yang datang sesudah mereka kemudian datang kaum yang persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya  ( Shahih Bukhari 3/224 dan Shahih Muslim 7/185 dan dia adalah hadits yang mutawatir, sebagaimana telah ditegaskan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Ishobah 1/12 dan Al-Munawiy dalam Faidhul Qadir 3/478 serta disetujui oleh Al-Kataaniy dalam kitab Nadzmul Mutanatsir hal.127 ).
Al-Imam An-Nawawi berkata : ” Para ulama telah sepakat bahwa sebaik-baik generasi adalah generasi Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam yaitu para sahabatnya  generasi kedua adalah tabi’in, dan ketiga adalah tabi’ut tabi’in ” ( Syarah Muslim 8/314 ).
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali berkata : ” Sesungguhnya tolak ukur kebaikan dalam Islam adalah ketakwaan hati dan amal shalih, sebagaimana berfirman:

” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kami di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu ” ( Al-Hujuraat : 13 ).

Dan sabda Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

”  Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak melihat kepada bentuk kalian dan harta kalian akan tetapi melihat kepada hati-hati kalian dan amalan kalian ” ( Shahih Muslim 8/11 )

Abdullah bin Mas’ud berkata : ” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melihat kepada hati-hati para hambaNya dan mendapatkan hati Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam sebaik-baik hati para hamba lalu memilihnya untuk dirinya dan diutus sebagai pembawa risalahNya, kemudian melihat kepada hati-hati para hamba setelah hati Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam dan mendapatkan hati-hati para sahabat beliau sebaik-baik para hamba lalu menjadikan mereka sebagai pembantu NabiNya, mereka berperang di atas agamaNya, maka apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka dia baik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang mereka pandang kejelekan maka dia adalah kejelekan di sisi Allah Subahanhu wa Ta’ala ” ( Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam Musnadnya 1/379, Thayalisi di dalam Musnadnya hal. 23, dan Al-Khathib Al-Baghdadi di dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih 1/166 dengan sanad yang hasan ) ( Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi hal. 87-88  cetakan pertama 1420 H – ). 
MANHAJ SALAFI ADALAH JALAN MENUJU KE SURGA DAN PENYELAMAT DARI NERAKA 
Ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah terdahulu menunjukkan dengan jelas kepada kita semua bahwa berpegang teguh dengan Manhaj Salafi adalah jalan menuju ke surga, adapun barangsiapa yang menyeleweng darinya maka sungguh diancam dengan neraka.
Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan :  Keshahihan manhaj menentukan tempat seseorang di surga atau di neraka, jika manhaj seseorang shahih maka dia akan masuk surga, jika dia mengikuti manhaj Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam dan manhaj salafush shalih maka dia akan menjadi penghuni surga biidznillah, dan jika dia berada pada manhaj yang sesat maka dia diancam dengan neraka ( Ajwibah Mufidah hal. 77 ).
Berpegang teguh dengan manhaj Salafush Shalih adalah penyelamat dari fitnah-fitnah yang mengancam perjalanan seorang mukmin, Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda : 
إنها ستكون فتنة قالوا فكيف لنا يا رسول الله أو كيف نصنع قال   ترجعون إلى  أمركم الأول
“ Sesungguhnya akan terjadi fitnah “, para sahabat berkata : ” Bagaimana kami wahai Rasuluyllah, atau apa yang kami perbuat ? “, Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda : ” Hendaknya kalian kembali kepada perkara kalian yang awal   ( Diriwayatkan oleh Thohawi di dalam Syarah Musykil Atsar 3/181 Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/43 dan Mu’jam Ausath 8/295 dan dikatakan shahih sanadnya oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali di dalam syarah beliau terhadap kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi ).
Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata : ” Marilah kita berpegang teguh dengan Manhaj Salafi yang telah kami jelaskan kepada kalian, karena dialah yang haq, dialah manhaj Ath-Thoifah A-Manshuroh yang dikhabarkan oleh Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam di atas al-haq dan senantiasa di atas al-haq, dan dia adalah manhaj Al-Firqah An-Najiyah ” ( Dari muhadhoroh yang berjudul At-Tamassuk Bil Manhaj As-Salafi dari program Maktabah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali oleh islamspirit.com ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s