KALIMAT TAUHID ADALAH KUNCI SURGA

KALIMAT TAUHID ADALAH KUNCI SURGA

Ketika kita menelaah Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ternyata kita dapati bahwa kunci kebaikan yang paliang agung adalah Kalimat Tauhid : لا إله إلا الله .
Kalimat Tauhid adalah kunci segala kebaikan, dialah kunci surga karena surga tidaklah dibuka kecuali dengan tauhid sebagaimana di dalam hadits Mu’adz bin Jabal bahwasanya Rasulullah ( bersabda:

مفاتيح الجنة شهادة أن لا إله إلا الله

“ Kunci surga adalah Syahadat An La Ilaha Illalloh ”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad di dalam Musnadnya 5/242 dan Al-Imam Al-Bazzar di dalam Musnadnya ( sebagaimana di dalam Kasyful Astar : 2 ) dari jalan Syahr bin Hausyab dari Mu’adz bin Jabal, kemudian Al-Bazzar berkata : ” Syahr tidak mendengar dari Mu’adz ” ( Lihat Silsilah Dha’ifah 3/477 )..
Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata : ” Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dengan sanad yang terputus ” ( Kalimatul Ikhlash hal. 14 ).
Maka kesimpulannya bahwa hadits ini lemah sanadnya, hanya saja maknanya haq, tidak syak lagi bahwa kunci surga adalah kalimat لا إله إلا الله sebagaimana telah datang nash-nash yang banyak yang menjelaskan bahwa لا إله إلا الله adalah kunci surga, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ما منكم من أحد يتوضأ فيبلغ أو فيسبغ الوضوء ثم يقول أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبد الله ورسوله إلا فتحت له أبواب الجنة الثمانية يدخل من أيها شاء

“ Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya kemudian dia mengucapkan أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبد الله ورسوله melainkan akan dibukakan baginya pintu surga yang delapan dia masuk dari pintu yang dia kehendaki ”.

Alloh ( berfirman:

{وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ} [الزمر : 73]

“ Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya Telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. “ ( Az-Zumar : 73 ).

Dengan apakah dibukakan bagi mereka pintu-pintu surga ? dibukakan bagi mereka pintu-pintu tersebut dengan sifat mereka yaitu takwa, sedangkan takwa adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, dan perintah Alloh yang paling agung adalah tauhid dan larangan terbesar adalah kesyirikan.
Maka Tauhid adalah kunci surga yang memiliki 8 pintu sedangkan kesyirikan adalah kunci neraka yang memiliki 7 pintu masing-masing pintu terbagi-bagi lagi menjadi beberapa bagian, Alloh ( berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ} [الأعراف : 40]

“ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. “ ( Al-A’raf : 40 ).

Dan Alloh ( berfirman:

{لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ} [الحجر : 44]

“ Neraka itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu memiliki bagian tertentu. “ ( Al-Hijr : 44 ).

Dan hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap kunci memiliki gigi-gigi agar bisa membuka, Wahb bin Munabbih seorang tabi’in yang masyhur ditanya oleh seseorang : ” Bukankankah لا إله إلا الله adalah kunci surga ? “, maka Wahb bin Munabbih berkata : Ya, akan tetapi tidak ada kunci melainkan memiliki gigi-gigi, jika Engkau datng membawa kunci yang ada giginya maka akan bisa digunakan untuk membuka dan jika Engkau membawa kunci yangtidak ada gigi-giginya maka tidak bisa digunakan untuk membuka ” ( Shahih Bukhari 1/417 ), dan gigi-gigi kalimat لا إله إلا الله adalah syarat-syaratnya, maka kalimat لا إله إلا الله tidak akan bermanfaat bagi pengucapnya kecuali jika memenuhi syarat-syaratnya, syarat-syarat tersebut adalah :

1. Ilmu yang menghilangkan kejahilan

2. Yaqin yang menghilangkan keragu-raguan.

3. Ikhlash yang menafikan kesyirikan

4. Jujur yang menafikan kedustaan

5. Kecintaan yang menghilangkan kebencian

6. Tunduk yang menafikan meninggalkan

7. Menerima yang menafikan penolakan

8. Mengkufuri segala yang disembah selain Alloh

Syarat-syarat ini telah dikumpulkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz di dalam dua bait sya’ir di dalam kitab beliau Durus Muhimmah Li’ammatil Ummah hal. 5 :

علم يقين و إخلاص و صدقك مع

محبة و انقياد و القبول لها

و زيد ثامنها الكفران منك بما

سوى الإله من الأوثان قد ألها

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s