JADILAH SALAFI SEJATI !

MENGIKUTI MANHAJ SALAFI SECARA LAHIR DAN BATIN

Karakteristik utama dari Salafiyyun para pengikut Manhaj Salafi adalah ittiba’nya mereka kepada manhaj Salafush Shalih dalam ittibakepada Kitab dan Sunnah, mendakwahkan dan mengamalkan keduanya :

Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata : ” Pokok-pokok sunnah di sisi kami adalah : Berpegang teguh dengan jalan yang ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam dan menauladani mereka” ( Syarah Ushul I’tiqad oleh Al-Imam Lalikai 1/176 terbitan Daru Thayyibah Riyadh cetakan keempat 1416 H – ).

Al-Imam Abu ‘Utsman Ash-Shobuni berkata : ” Mereka ( ashabul hadits ) mengikuti jejak Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya mereka menauladani para salafush shalih dari para imam agama dan ulama kaum muslimin, mereka berpegang teguh dengan jalan yang mereka tempuh dari agama yang teguh dan kebenaran yang jelas ” ( Aqidah Salaf Ashabul Hadits hal. 113-114 – terbitan Maktabah Ghuraba’ Al-Atsariyyah Madinah cetakan kedua 1415 H – ).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : ” Kemudian di antara manhaj Ahli Sunnah wal Jama’ah adalah ittiba’ kepada atsar-atsar Rasulullah secara lahir dan batin, dan ittiba’ kepada jalan generasi pendahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshor, dan mengikuti wasiat Rasulullah di dalam sabdanya :

عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي عضوا عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة

“ wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku, dan waspadalah kalian dari perkara-perkara yang baru, karena setiap perkara yang yang baru adalah bidah dan setiap bidah adalah kesesatan” .

Mereka mengetahui bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, mereka dahulukan perkataan Alloh atas semua perkataan manusia. Dan mereka dahulukan petunjuk Muhammad atas petunjuk siapa pun ” ( Aqidah Wasithiyyah hal. 255 dengan Syarah Muhammad Khalil Harras – terbitan Darul Hijrah Riyadh cetakan ketiga 1415 H – ).

Salafiyyun berusaha dengan sekuat tenaga melaksanakan agama Islam secara sempurna di dalam kehidupan mereka karena syariat Islam penuh dengan perbendaharaan-perbendaharaan yang sangat berharga yang mencakup seluruh gerak-gerik seorang muslim : Bagaimana dia bergaul dengan saudaranya sesama muslim, bagaimana bergaul dengan orang kafir, bagaimana bergaul dengan tetangga, bagaimana bersikap dengan wanita yang bukan mahram, bagaimana bergaul dengan kedua orang tua, bagaimana bergaul dengan anak dan istri, bagaimana dia naik kendaraan, bagaimana seharusanya pemikirannya, bagaimana dia berpakaian, bagaimana dia berdagang, dan secara ringkas seperti yang disabdakan oleh Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam :

إنه ليس شيء يقربكم إلى الجنة إلا قد أمرتكم به وليس شيء يقربكم إلى النار إلا قد نهيتكم عنه

“ Sesungguhnya tidaklah ada sesuatu yang mendekatkan kalian ke surga melainkan telah aku perintahkan kepada kalian, dan tidaklah ada sesuatu yang mendekatkan kalian ke neraka melainkan telah aku larang kalian darinya ( Diriwayatkan oleh Abu Bakr Al-Haddad dalam Muntakhab min Fawaid Ibu Aluwiyyah al-Qaththan hal. 168 dan Ibnu Marduwiyah dalam Tsalatsatu Majalis hal. 188 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah 6/865 ).

Demikian juga Salafiyyun selalu melaksanakan wasiat Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam yang telah melarang ummatnya dari meniru orang-orang kafir di dalam kekhususan-kekhususan orang-orang kafir untuk menjaga kepribadian dan karakteristik seorang muslim, maka telah datang hadits-hadits yang melarang kaum muslimin dari loyalitas, kecintaan, dan taklid ( meniru ) orang-orang kafir, demikian juga Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam memerintahkan setiap muslim agar menyelisihi orang-orang kafir dalam segala hal seperti masalah pakaian, tingkah laku, dan sebagainya.
Hal ini sangat berbeda sekali dengan orang-orang yang berkoar hendak memperjuangkan syari’at Islam akan tetapi mereka justru meremehkan pengamalan syari’at-syari’at Islam, mereka sinis terhadap orang-orang yang mereka pandang mengutamakan penampilan-penampilan Islami yang diperintahkan oleh Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam seperti memanjangkan jenggot, memendekkan celana di atas mata kaki, hijab bagi wanita, dan menyelisih orang-orang kafir di dalam berpakaian, mereka katakan bahwa hal tersebut lebih mementingkan kulit daripada isi !!! mereka membuat pembagian yang bidah dengan membagi agama menjadi qusyur ( kulit ) dan lubab ( isi ) !.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s