BERJIHAD DENGAN ILMU

JIHAD DENGAN ILMU

Merupakan hal yang perlu diketahui bahwa membantah ahli bidah dalam pokok-pokok kesesatan mereka adalah satu bagian dari jihad, berjihad dengan pedang dan berjihad dengan ilmu dan hujjah adalah seperti dua saudara kandung dan seperti dua sahabat yang selalu dekat, karena keperwiraan ada dua : keperwiraan ilmu dan penjelasan, dan keperwiraan senjata dan kekuatan.

Para sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua keperwiraan ini, mereka buka hati-hati manusia dengan hujjah dan penjelasan, dan mereka taklukkan negeri-negeri dengan pedang dan persenjataan.
Dan tidaklah manusia melainkan dua kelompok ini, adapun selain keduanya jika tidak termasuk pendukung dan pembela keduanya maka dia adalah beban yang memberatkan jenis manusia.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan RasulNya shalallahu alaihi wasallam agar membantah orang-orang kafir dan munafiq, dan menggempur musuh-musuh yang menentang dan memerangi, maka ilmu membantah hujjah musuh dan menggempur musuh adalah ilmu yang paling penting dan paling bermanfaat bagi para hamba di dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat, tidak ada yang bisa membandingi tinta ulama kecuali darah para syuhada, kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat adalah milik dua kelompok ini, adapun manusia selain mereka adalah bawahan mereka, dan patuh kepada pemuka-pemuka kedua kelompok ini ( Al-Furusiyyah hal. 156-157 ).

Karena inilah maka banyak para shahabat dan tabiin yang menafsirkan ( أولي الأمر ) dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

( يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم ْ(

“ Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu “ ( An-Nisa’ : 59 ) ;

bahwasanya mereka ( أولي الأمر ) ini adalah para ulama, sebagaimana dinukil pendapat ini dari Jabir bin Abdullah, Mujahid, Atho’, Al-Hasan, dan Abul’Aliyah ( Tafsir Ath-Thobary : 5/149 ).

Tidak diragukan lagi bahwa ulama robbaniyyin memiliki kekuasaan atas orang-orang yang di bawah mereka ; disebabkan ilmu yang diberikan Allah ke dalam hati mereka, dan karena tanda-tanda yang nampak pada mereka dari khosyah dan tazkiyyah.

Ibnul Qoyyim berkata : Pada hakikatnya para penguasai ditaati jika mereka memerintah dengan landasan ilmu, maka ketaatan kepada mereka mengikut kepada ketaatan kepada ulama, karena ketaatan adalah pada hal yang maruf dan apa yang diwajibkan oleh ilmu, sebagaimana ketaatan kepada ulama mengikut kepada ketaatan kepada Rasul ; maka ketaatan kepada penguasa mengikut kepada ketaatan kepada ulama ( Ilamul Muwaqqiin 1/10 ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s