MUTIARA-MUTIARA FAIDAH DARI IBADAH HAJI

MUTIARA-MUTIARA FAIDAH DARI IBADAH HAJI

– Di antara atsar-atsar haji adalah : manusia menemukan di dalam dirinya kenyamanan dan ketenangan, dan kelapangan dada, dan cahaya hati.

– Demikian juga termasuk atsar-atsar haji adalah: apa yang diperoleh oleh seseorang dari ilmu yang bermanfaat yang dia mendengarnya di dalam ceramah-ceramah dan majelis-majelsi pelajaran di Masjidilharam, dan di kamp-kamp di Mina dan Arafat.

– Demikian juga termasuk atsar-atsar haji adalah : untuk menambah pengetahuan seseorang terhadap keadaan-keadaan dunia Islam, jika mendapati seseorang yang terpercaya membicarakan kepadanya tentang tanah air umat Islam.

– Demikian juga termasuk atsar-atsar haji adalah : menanamkan kecintaan di dalam hati kaum mukminin satu sama lain; Anda melihat manusia di dalam haji dan padanya terdapat tanda-tanda petunjuk dan kebaikan maka Engkau mencintainya , merasa tenang dengnnya dan merasa kenal dengannya.

– Demikian juga termasuk atsar-atsar haji adalah: bahwa seseorang bisa memperoleh perkara materi dengan berdagang , dan yang lainnya; berdasarkan firman Alloh Ta’ala : ” Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak ” ( Al-Hajji: ayat 28), dan firman Alloh Ta’ala: ” Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. ” (al-Baqarah: ayat 198), berapa banyak orang yang menghasilkan uang dengan perdagangan dalam haji-nya, dalam membeli dan menjual, dan bahwa ini termasuk manfaat yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

– Demikian juga termasuk atsar-atsar haji adalah: untuk membiasakan manusia jiwanya atas kesabaran dan kekasaran dan kelelahan, terutama jika dia adalah orang biasa dari selain mereka yang mendapatkan kesejahteraan dalam haji mereka mereka, maka sesungguhnya dia mendapatkan begitu tidak banyak manfaat, maksudku: orang yang hajinya biasa mendapatkan banyak manfaat dengan membiasakan dirinya atas kesabaran dan kekasaran .

( Dari kitab Fiqih Ibadah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin alih bahasa Arif bin Ahmad Al-Hasyimi )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s