KEBENARAN DI SISI ALLOH ADALAH SATU

KEBENARAN DI SISI ALLOH ADALAH SATU SEDANGKAN YANG LAIN ADALAH SALAH

Allah Ta’ala berfirman:

( فماذا بعد الحق إلا الضلال(
“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan ” “ (Yunus : 32)

Al-Imam Al-Qurthuby berkata : ” Ayat ini memastikan bahwa tidak ada sesudah kebenaran dan kesesatan kedudukan ketiga dalam masalah ini; yaitu masalah tauhidullah, demikian juga di dalam perkara-perkara yang serupa, yaitu dalam masalah-masalah pokok, maka kebenaran yang ada padanya adalah pada satu sisi… Sesungguhnya salafush shalih berdalil dengan keumuman ayat ini atas semua kebatilan ” ( Tafsir Qurthuby 8/336 ).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

( وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا(

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai “ (Ali Imran)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

( وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَات (

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka “ (Ali Imran)

Al-Imam Ibnul Qayyim berkata : ” Ayat-ayat yang melarang perselisihan dalam agama yang mengandung celaan pada perselisihan tersebut, semuanya merupakan persaksian yang jelas bahwa kebenaran di sisi Alloh adalah satu, adapun yang selainnya maka adalah merupakan kesalahan, seandainya semua pendapat itu benar, maka Alloh dan RasulNya tidak meungkin melarang dan mencela hal yang benar ” ( Mukhtashor Shawa’iq Mursalah 2/566 ).

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : Jika seorang hakim menghukumi dengan ijtihadnya, kemudian dia benar, maka dia mendapat dua pahala, jika dia menghukumi kemudian dia salah, maka dia mendapat satu pahala ( Muttafaq Alaih).

Hadits ini menunjukkan dengan jelas bahwa kebenaran berada di satu sisi, karena pendapat yang menyelisihi adalah salah.
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam telah mengkhabarkan bahwa ummatnya akan berpecahbelah menjadi 73 kelompok, dan bahwasanya yang selamat hanya satu. Al-Imam Asy-Syathiby berkata : “ Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam : “ Kecuali satu ( yang selamat ) “ merupakan nash bahwa kebenaran adalah satu, jikasaja kebenaran itu banyak maka Rasulullah tidak mungkin mengatakan “ Kecuali satu “ “ ( Al-I’tishom 2/249 ).

KEBENARAN AQIDAH SEBAB MENDAPATKAN KEBENARAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : “ Siapa saja yang mau menelaah keadaan-keadaan dunia, maka akan menjumpai bahwa keadaan kaum muslimin lebih tajam dan lebih benar akalnya, dan bahwasanya kaum muslimin mendapatkan hakekat-hakekat ilmu dan amal dalam waktu yang singkat dalam kadar yang berlipatganda dibandingkan dengan umat-umat yang lainnya dari berbagai kurun dan generasi, demikian juga ahli sunnah dan hadits, Engkau dapati mereka mendapatkan hal itu semua, hal ini disebabkan karena keyakinan yang benar dan kokoh memperkuat jangkauan akal dan membenarkannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

( و الذين اهتدوا زادهم هدى (

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Alloh menambah petunjuk kepada mereka “ ( Muhammad : 17 ) “ ( Majmu’ Fatawa : 14/33 ).

PEMAHAMAN SALAF PENYELAMAT DARI PERSELISIHAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
“ Sebagaimana tidak ada pada generasi-generasi yang lebih sempurna dari generasi sahabat, demikian juga tidak ada dalam kelompok-kelompok yang lebih sempurna dari para pengikut sahabat, siapa saja yang lebih ittiba’ kepada hadits’, sunnah, dan atsar-atsar sahabat, maka dia lebih sempurna. Maka para pengikut sahabat lebih pantas mendapatkan persatuan, petunjuk, dan I’tisham kepada tali Alloh, dan mereka sangat jauh dari perpecahan, perselisihan, dan fitnah. Dan setiap yang jauh dari hadits’, sunnah, dan atsar-atsar sahabat, maka dia lebih jauh dari rahmat dan lebih masuk ke dalam fitnah. Tidak ada kesesatan dan kebatilan dalam kalangan manusia yang lebih banyak dari yang ada pada kelompok rafidhah “ ( Minhajus Sunnah 6/368 ).

Abu Ahmad Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s